Baca Juga: Bupati Subang tekankan pembangunan butuh kebersamaan dan saling percaya
Ia menilai bantuan rumah tersebut bukan sekadar bangunan tempat tinggal, melainkan bentuk perhatian dan penghargaan atas pengabdian almarhum suaminya.
“Ini simbol cinta atas pengorbanan suami saya. Di rumah inilah kami akan membesarkan anak-anak dengan doa dan kebanggaan bahwa ayah mereka gugur sebagai kesatria bangsa,” katanya.
Kisah anak prajurit yang gugur di Aceh
Dalam kesempatan yang sama, Nurul Jihan Tribuana, anak dari prajurit TNI Mahdar Akil yang gugur dalam tugas di Aceh pada 2003, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada TNI Angkatan Darat.
Baca Juga: Produksi sampah Subang tinggi, Ateng Sutisna dorong pengelolaan dimulai dari rumah tangga
Ia mengapresiasi perhatian yang masih diberikan kepada keluarga prajurit yang telah gugur dalam menjalankan tugas negara.
“Saya mengucapkan terima kasih yang setulusnya atas perhatian dan simpati serta santunan yang telah diberikan kepada kami,” ucapnya.
Mendengar hal tersebut, Maruli mengaku mengenal sosok Mahdar Akil yang pernah bertugas bersamanya.
“Saya kenal bapak kamu. Bapak kamu orang hebat. Pak Mahdar ini komandonya bareng dengan saya, saya kenal dengan Pak Mahdar Akil,” kata Maruli.
Baca Juga: Diduga usai santap menu MBG, 28 santri ponpes di Jombang dilarikan ke rumah sakit
Ia kemudian berpesan kepada keluarga prajurit agar terus menjaga semangat dan menjadi kebanggaan bagi keluarga serta negara.
“Saya bangga dengan beliau, dan kalian anak-anaknya bisa terus menjadi kebanggaan orang tua dan juga bagi TNI Angkatan Darat,” ujarnya.***