news

SPPG Giyanti Temanggung dihentikan sementara usai dugaan paket MBG tak layak konsumsi

Rabu, 4 Maret 2026 | 12:33 WIB
Menyoroti kasus makanan kedaluwarsa dalam paket MBG yang diedarkan SPPG di Temanggung, Jawa Tengah (Instagram.com/@volkinfo - @pemkabtmg)

GENMILENIAL.ID – Dugaan beredarnya paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak layak konsumsi di Temanggung, Jawa Tengah, menjadi perhatian publik.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Giyanti dilaporkan menyajikan roti berjamur dan kurma yang diduga tidak layak kepada siswa penerima manfaat program tersebut.

Informasi tersebut mencuat melalui unggahan akun Instagram @volkinfo pada Rabu, 4 Maret 2026.

Dalam unggahan itu ditampilkan foto roti yang tampak berjamur dengan keterangan bahwa menu tersebut dibagikan dalam program MBG.

Baca Juga: Konflik Israel-Iran memanas, Mahfud MD minta RI kembali tegas ke politik bebas-aktif

Selain roti, warganet juga menyoroti adanya kurma yang diduga terdapat ulat di dalamnya.

Unggahan tersebut memicu beragam respons dari masyarakat. Sejumlah warganet mempertanyakan standar pengawasan dan distribusi makanan dalam program yang menyasar siswa sekolah itu.

Awal temuan di PAUD Harapan Bunda

Berdasarkan informasi yang beredar, dugaan makanan kedaluwarsa itu pertama kali ditemukan di lokasi distribusi PAUD Harapan Bunda Temanggung pada 23 Februari 2026.

Beberapa pihak disebut telah menyampaikan keluhan terkait kualitas makanan yang diterima siswa.

Baca Juga: Safari Ramadan di Binong, Bupati Subang perkenalkan kepala OPD di hadapan warga

SPPG Giyanti sebelumnya juga dikabarkan pernah menghadapi persoalan serupa dan sempat dihentikan sementara.

Hal ini kembali menjadi sorotan publik, terutama terkait mekanisme evaluasi dan pengawasan program MBG di tingkat pelaksana.

Program MBG sendiri dirancang untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah.

Halaman:

Tags

Terkini