Dalam video yang viral itu, terdengar suara admin yang diduga bercanda dengan rekannya di dalam mobil.
“Kalau ada hujan lagi, rekaman video bapak turun ke lapangan kita simpan aja. Nanti bisa diunggah lagi,” isi percakapan tersebut.
Candaan tersebut memicu reaksi keras dari sebagian warganet yang menilai ucapan itu mencederai semangat kerja lapangan Wali Kota Eri Cahyadi.
Namun, sebagian lainnya menilai publik terlalu berlebihan dalam menanggapi kesalahan teknis seorang admin muda.
Ketua Komisi C DPRD Surabaya bela Wali Kota
Menanggapi polemik tersebut, Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan, meminta masyarakat untuk tidak gegabah menilai.
Menurutnya, candaan admin medsos tidak bisa dijadikan dasar untuk menilai kerja seorang kepala daerah.
Baca Juga: SBY hadiri Haul ke-9 Haji Mochamad Thohir: Beliau adalah great leader yang tak pernah menyerah
“Rasanya kok tidak adil jika ada kesalahan individu admin medsos di luar koordinasi dengan wali kota kemudian kita menyebut wali kota hanya pencitraan,” ujar Eri Irawan kepada awak media, Minggu, 2 November 2025.
Ia menambahkan, publik boleh berdebat soal persepsi, tapi fakta capaian Pemkot Surabaya tetap harus diakui.
“Kepentingan politik mungkin menghasilkan framing, tapi hasil kerja nyata seperti penurunan kemiskinan dan stunting sudah terlihat,” tegasnya.
Apresiasi sikap dewasa admin
Eri Irawan juga mengapresiasi keputusan Hening untuk mengakui kesalahan dan mengundurkan diri.
Baca Juga: Ratusan peserta ramaikan IFG Synergy Day 2025, wujudkan kolaborasi dan kepedulian lintas sekto