Lebih lanjut, Ray mengungkap bahwa dua proyek kebanggaan Jokowi, yakni Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) dan Ibu Kota Nusantara (IKN), kini tengah dikuliti publik.
“Semua sektor pemerintahan (Prabowo) mulai pelan-pelan membuka lagi persoalan terkait masa kepemimpinan Jokowi. Misalnya Whoosh, perdebatan ini muncul setelah Pak Purbaya (Menkeu) menyebut tak mau pakai APBN untuk pembayaran utang,” jelasnya.
Menurut Ray, pernyataan tersebut membuat publik kembali menyoroti pembiayaan dan dugaan penyimpangan dalam proyek Whoosh.
“Pernyataan Pak Purbaya membuat orang menggeliat, ‘Ada apa sama Whoosh?’ kok utangnya besar. Nah, muncul soal dugaan mark up,” ungkapnya.
Ray menambahkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahkan disebut telah melakukan penyelidikan sejak Januari 2025, sebelum pernyataan itu muncul.
Simbol-simbol Jokowi diuji di era Prabowo
Ray menyimpulkan bahwa situasi ini mengguncang dua ikon besar dari masa kepemimpinan Jokowi, Whoosh dan IKN, yang kini tengah diuji baik secara politik maupun publik.
“Kalau kemudian makna penting Whoosh diturunkan ke persoalan korupsi, artinya dua ikon Pak Jokowi diguncang orang sekarang. Satu IKN, yang kedua Whoosh,” jelasnya.
“Bahkan apapun yang dulu dibanggakan Pak Jokowi sebagai prestasinya, kini seperti dibiarkan oleh Pak Prabowo untuk dikuliti masyarakat,” pungkas Ray.***