news

Evakuasi Ponpes Al Khoziny: 66 santri diduga terjebak, Tim SAR lawan medan sempit dan ancaman gempa susulan

Kamis, 2 Oktober 2025 | 16:06 WIB
Menyoroti fakta terkini pencarian korban insiden ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo (Dok. Pemkot Surabaya)

 

GENMILENIAL.ID – Duka mendalam menyelimuti Tanah Air usai ambruknya musala tiga lantai di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin, 29 September 2025.

Peristiwa tragis yang terjadi saat para santri tengah melaksanakan Salat Ashar ini menelan korban jiwa dan memicu kepanikan keluarga serta masyarakat sekitar.

Hingga Kamis, 2 Oktober 2025, puluhan santri masih belum ditemukan.

Data sementara di posko gabungan mencatat 66 nama diduga masih terjebak di balik reruntuhan, meski pihak ponpes belum memastikan validitasnya.

Baca Juga: 5 Fakta terkini kebakaran hunian pekerja IKN: 700 orang direlokasi, proyek KIPP diklaim tetap on track

Basarnas menyebut data tersebut bersumber dari absensi internal pondok serta laporan keluarga.

Tim gabungan Basarnas, BNPB, Pemkot Surabaya, dan relawan terus berupaya melakukan evakuasi.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melaporkan lima santri berhasil diselamatkan, salah satunya dalam kondisi kritis.

Namun, dua santri ditemukan meninggal dunia sehingga total korban jiwa kini menjadi lima orang.

Baca Juga: Polemik kuota haji 2023-2024: Audit BPK jadi penentu, dugaan pergeseran jemaah reguler ke khusus

Upaya penyelamatan berjalan penuh risiko. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya, Laksita Rini Sevriani, mengungkap tim harus menembus celah reruntuhan dengan ruang hanya beberapa sentimeter.

Kamera khusus dan live detector digunakan untuk melacak posisi korban. Dalam beberapa kasus, jeritan santri masih terdengar, memberi harapan di tengah situasi sulit.

Salah satu evakuasi dramatis terjadi pada santri bernama Haikal, yang tubuhnya terjepit bordes bangunan.

Proses panjang dan penuh ketegangan akhirnya menyelamatkannya, meski ia kini harus dirawat intensif di RSUD Sidoarjo.

Halaman:

Tags

Terkini