GENMILENIAL.ID – Sebanyak tiga jemaah haji Indonesia dilaporkan masih hilang di Arab Saudi. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus melakukan upaya pencarian hingga berakhirnya masa operasional haji 2025.
Kepala Bidang Pelindungan Jemaah, Kolonel Harun Al Rasyid, menyampaikan bahwa ketiga jemaah tersebut diketahui memiliki riwayat demensia.
Saat ini, dua tim pencari telah dikerahkan untuk menyisir berbagai lokasi di Makkah dan sekitarnya.
“Hingga saat ini kami terus melakukan pencarian terhadap ketiga jemaah tersebut. Mohon doa semoga ketiganya bisa segera ditemukan,” kata Harun di Makkah, dikutip dari laman resmi Kemenag, Rabu, 2 Juli 2025.
Baca Juga: Prabowo kunjungi Arab Saudi, Menag ungkap rencana pembangunan kampung haji Indonesia di Makkah
Pencarian dilakukan secara intensif di sejumlah rumah sakit seperti RS An-Noor Makkah, serta lokasi-lokasi rawan seperti Jabal Khandamah, Jabal Tsur, Arafah, Muzdalifah, hingga perbatasan Makkah dan al-Lith.
Petugas juga memeriksa kamar mayat, hotel tempat jemaah menginap, serta mengecek rekaman CCTV.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), kantor polisi setempat, tim kesehatan, dan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
“Bahkan kami sudah meminta bantuan Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi saat kunjungannya ke Daker Makkah,” imbuh Harun.
Baca Juga: Kejagung geledah rumah Dirut Sritex, temukan uang miliaran dalam plastik kartun Disney
Berikut identitas dan kronologi hilangnya tiga jemaah tersebut:
-
Nurimah Mentajim (80 tahun)
Kloter PLM 19 (Embarkasi Palembang), menginap di Hotel 614.
Terpisah dari rombongan sejak 28 Mei 2025, dua hari setelah tiba di Makkah. -
Sukardi (79 tahun)
Kloter SUB 79 (Embarkasi Surabaya), menginap di Hotel 813 Sektor 8.
Dinyatakan hilang sejak 29 Mei 2025 setelah terpisah dari kloter. -
Hasbullah (73 tahun)
Kloter BDJ 07 (Embarkasi Banjarmasin), menginap di Hotel 709 Sektor 7.
Terakhir terlihat meninggalkan hotel pukul 03.00 WAS pada Selasa, 17 Juni 2025.