news

Fadli Zon tegaskan tidak ada eskalator di Candi Borobudur, yang dipasang chairlift seperti di situs dunia lain

Rabu, 28 Mei 2025 | 16:54 WIB
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon saat menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional I Ikatan Keluarga Minangkabau di Jakarta pada 22 Mei 2025 (Instagram/fadlizon)

GENMILENIAL.ID - Wakil Ketua DPR RI sekaligus Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan bahwa kabar pemasangan eskalator atau lift di Candi Borobudur adalah informasi yang menyesatkan.

Ia memastikan bahwa yang sedang dipasang di candi warisan dunia tersebut adalah chairlift atau stairlift, sebagai sarana bantu akses menjelang kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

“Ini ada berita-berita yang simpang siur terkait dengan Candi Borobudur. Jadi saya ingin menegaskan bahwa berita-berita tersebut adalah hoaks,” ujar Fadli Zon kepada media di kompleks Parlemen, Senayan, Senin, 26 Mei 2025.

Baca Juga: Ramai soal stairlift di Candi Borobudur jelang kunjungan Presiden Prabowo dan Macron, Istana: Tidak merusak cagar budaya

Ia mengkritik kesalahan informasi di media sosial yang menyebut akan dibangun lift atau bahkan eskalator di kawasan Candi Borobudur.

“Pertama, tidak ada yang namanya pembuatan lift di Candi Borobudur. Kemudian ada video mengatakan pemasangan eskalator—walaupun dikatakan eskavator—nggak bisa membedakan eskalator dan eskavator,” tambahnya.

Fadli kemudian menjelaskan bahwa pemasangan chairlift bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas, khususnya bagi tamu kenegaraan seperti Presiden Macron yang dijadwalkan berkunjung.

“Semua situs-situs dunia itu sudah memakai itu. Kalau kita datang ke Akropolis, saya sudah datang ke Pantheon Akropolis di Yunani, itu memakai itu,” jelasnya.

Baca Juga: Atasi kepadatan di Mina, Kemenag terapkan skema tanazul untuk 30 ribu jemaah haji

Ia juga menyebutkan sejumlah situs budaya dunia yang menggunakan fasilitas serupa tanpa merusak nilai historis maupun struktur bangunan, seperti di Sistine Chapel, Gereja St. Peter di Italia, Angkor Wat di Kamboja, Forbidden City, hingga Tembok China.

“Chairlift itu tidak masif dan tidak merusak, tidak ada penetrasi sama sekali,” tegas Fadli.

Pemasangan chairlift ini, lanjutnya, merupakan bentuk penyesuaian yang lazim di banyak situs warisan dunia demi meningkatkan inklusivitas bagi pengunjung dari berbagai latar belakang fisik.

“Jadi saya tegaskan, itu (chairlift) dilakukan hampir di semua situs-situs heritage dunia,” pungkasnya.***

Tags

Terkini