Pertemuan tersebut berlangsung cukup lama, sekitar dua jam, dan suasananya disebut berlangsung dengan hangat dan penuh kekeluargaan.
Ada pula momen di mana hanya Megawati dan Prabowo yang berbicara secara empat mata.
"Pertemuan semalam itu pertemuan kekeluargaan, keakraban dan hangat, sehingga tak terasa waktu berjalan lumayan lama semalam dan banyak yg dibahas kedua tokoh ini," jelas Dasco.
Ia tidak merinci secara detail apa saja yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Namun, suasana yang akrab menggambarkan kedekatan serta saling menghargainya kedua tokoh besar dalam panggung politik nasional ini.
Baca Juga: Ketua DPRD Subang kecam kekerasan terhadap Jurnalis: Usut tuntas, jangan main hakim sendiri
Pertemuan semacam ini dinilai menjadi sinyal positif bagi dinamika politik nasional menjelang dimulainya pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Prabowo.
Selain mempererat silaturahmi, pertemuan juga membuka ruang komunikasi yang konstruktif antara kekuatan politik besar di Tanah Air.
Meskipun tidak dijelaskan apakah ada pembahasan mengenai kerja sama politik atau arah kebijakan pemerintahan mendatang, kehadiran para tokoh senior dari kedua belah pihak menunjukkan adanya nuansa diplomasi yang terjaga.
Kehangatan pertemuan juga dianggap sebagai pesan moral penting kepada publik bahwa perbedaan politik tidak menjadi penghalang untuk menjalin komunikasi dan kerja sama demi kepentingan bangsa.
Baca Juga: Penyanyi legendaris tanah air Titiek Puspa meninggal dunia di usia 87 tahun
Baik Megawati maupun Prabowo sama-sama dikenal sebagai figur yang memiliki pengaruh besar dalam percaturan politik nasional.
Oleh sebab itu, setiap pertemuan keduanya selalu menarik perhatian publik.
Tidak menutup kemungkinan, pertemuan ini akan membuka jalan bagi komunikasi lebih lanjut dalam konteks pemerintahan maupun sinergi antara parpol besar.