Kompromi dengan AS tanpa perlu relokasi warga Gaza
Dalam kesempatan yang sama, Raja Abdullah II juga menuturkan pihaknya sedang menyusun rencana soal bagaimana negara-negara di kawasan Timur Tengah dapat 'kompromi' dengan Trump terkait gagasan AS yang ingin relokasi warga Gaza.
Dalam pembicaraan di Gedung Putih, Raja Abdullah II disebut berhasil membujuk Trump yang sebelumnya melontarkan kemungkinan menghentikan bantuan AS ke Yordania jika negara itu tidak mau menampung warga Gaza.
"Salah satu hal yang bisa kita lakukan segera adalah merawat 2.000 anak, anak-anak penderita kanker yang berada dalam kondisi sakit parah. Itu dimungkinkan untuk terjadi," kata Raja Abdullah II ketika Trump menyambut dirinya dan Putra Mahkota Hussein di Gedung Putih.
Trump pun sempat menyebut gagasan Raja Yordania itu sebagai 'tindakan yang sangat indah' dan mengakui dirinya tidak mengetahui kedatangan Raja Yordania di Gedung Putih.
Berkaca dari hal itu, sebelumnya terdapat sederet rencana AS yang akan ambil alih Jalur Gaza. Berikut ulasan selengkapnya.
1. Rencana AS ambil alih Jalur Gaza
Dalam kesempatan berbeda, Trump pernah menyatakan Amerika Serikat akan mengambil alih Jalur Gaza, Palestina, dan meratakan wilayah tersebut.
"AS akan mengambil alih Jalur Gaza dan kami juga akan melakukan pekerjaan di sana," kata Trump dalam konferensi pers usai bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih (White House), Washington, DC, pada Rabu, 5 Februari 2025.
Sambil berdiri di samping Netanyahu, Trump mengatakan Washington akan menguasai Jalur Gaza dan bertanggung jawab untuk membongkar seluruh bom berbahaya yang belum meledak serta memusnahkan seluruh senjata di area itu.
2. Trump: Singkirkan bangunan yang hancur di Gaza