news

Trump cetuskan relokasi ‘permanen’ warga Gaza: Ini kecaman dari penduduk Palestina hingga negara lain yang tolak keras ide Presiden AS

Sabtu, 8 Februari 2025 | 01:46 WIB
Potret Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (Instagram.com/@realdonaldtrump)

Warga Palestina menegaskan, lebih baik menelan puing-puing reruntuhan dibanding dipaksa pergi dari tanah air mereka.

Baca Juga: Isu banyak mitra Makan Bergizi Gratis mundur karena tak dibayar, Badan Gizi Nasional: Sedang kami atur

Warga Palestina: Gaza Tanah Air Kami

Dilansir dari AP News, lebih dari setengah juta warga Palestina telah kembali ke Gaza utara selama sepekan terakhir. 

Meskipun di Gaza Utara itu membuat warga kesulitan mendapatkan air, tidak ada listrik, dan begitu banyak puing sehingga hampir tidak ada cukup ruang untuk mendirikan tenda.

Warga Palestina pun menyatakan tekadnya untuk tinggal dan membangun kembali, mengabaikan rencana Trump selaku pemimpin AS yang ingin mereka keluar dari Gaza.

Salah satu warga Palestina, Amir Karaja menuturkan dirinya "lebih baik memakan puing-puing" daripada dipaksa meninggalkan tanah airnya.

Baca Juga: PT Dahana siap dukung hasil raker komunikasi DEFEND ID

"Kami teguh di sini," tegas Karaja saat dirinya sedang mengerjakan sisa-sisa rumahnya di kamp Nuseirat di Gaza tengah. 

"Ini tanah kami, dan kami adalah pemilik tanah yang jujur dan sejati. Saya tidak akan tergusur. Tidak (Trump) atau siapa pun dapat mencabut kami dari Gaza," tegas warga Palestina itu.

Terkini, terdapat sejumlah negara yang menolak gagasan pihak AS sebagai sekutu dari Israel untuk merelokasi warga Gaza, Palestina. Berikut di antaranya:

 

1. China: Menentang pemindahan paksa warga Gaza

Dilansir dari Anadolu Agency, Kementerian Luar Negeri China menyebut pemerintahnya menentang atau menolak usulan pemindahan warga Palestina dari Jalur Gaza secara paksa.

Baca Juga: Ditemani keluarga, abu mendiang Barbie Hsu yang dikremasi di Jepang tiba di Taiwan

Halaman:

Tags

Terkini