news

Kisah warga Gaza yang tolak rencana relokasi AS: Meskipun rusak akibat perang, kami tetap bertahan

Sabtu, 8 Februari 2025 | 01:20 WIB
Potret Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (Instagram.com/@realdonaldtrump)

GENMILENIAL.ID - Pertemuan perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih, Washington D.C pada Rabu, 5 Februari 2025 semakin menjadi sorotan dan perbincangan hangat publik internasional. 

Dilansir dari Reuters, dalam kesempatan tersebut Trump mencetuskan upaya relokasi warga Gaza secara permanen.

"AS mendukung relokasi warga Palestina di Jalur Gaza dengan mengatakan AS mendukung relokasi warga Gaza secara permanen," cetus Trump.

Pernyataan Trump itu dinilai telah melampaui gagasan sebelumnya yang telah ditolak mentah-mentah oleh para pemimpin negara Arab.

Baca Juga: Telisik geliat Trump ubah Gaza jadi tempat resort mewah layaknya ‘Mar-A-Lago’, begini kode dari Presiden AS itu

"Anda tidak bisa tinggal di Gaza sekarang, Anda memerlukan lokasi lainnya, permasalahan di Gaza tidak akan pernah selesai," tegasnya.

Di sisi lain, Al Jazeera menyebut Trump dan para penasihat utamanya meyakini jangka waktu 3-5 tahun untuk rekonstruksi Gaza yang hancur akibat perang.

"Rekonstruksi Gaza itu tercantum dalam perjanjian gencatan senjata sementara, 'tidak dapat dilaksanakan'," terang Al-Jazeera dalam laporan berbeda, pada Rabu, 5 Februari 2025.

Mesir dan Yordania, serta negara-negara Arab lainnya, menolak gagasan Trump merelokasi 2,3 juta warga Gaza selama pembangunan kembali wilayah itu pascaperang. 

Baca Juga: Isu banyak mitra Makan Bergizi Gratis mundur karena tak dibayar, Badan Gizi Nasional: Sedang kami atur

Terkini, sejumlah pejabat senior pemerintahan Trump terus menekankan pentingnya relokasi warga Palestina atas dasar kemanusiaan.

Trump heran warga Gaza tolak rencana relokasi

Dalam kesempatan yang sama, Trump mengaku heran dengan penolakan dari warga Palestina terkait rencana relokasi yang digagas olehnya.

"Saya tidak berpikir orang-orang harus kembali ke Gaza. Mengapa mereka ingin kembali? Tempat itu seperti neraka," ujar Presiden AS itu.

Halaman:

Tags

Terkini