Kisah warga Gaza yang tolak rencana relokasi AS: Meskipun rusak akibat perang, kami tetap bertahan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 8 Februari 2025 | 01:20 WIB
Potret Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (Instagram.com/@realdonaldtrump)
Potret Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (Instagram.com/@realdonaldtrump)

Pernyataan itu adalah kedua kalinya dalam waktu lebih dari seminggu Trump mengatakan warga Palestina harus meninggalkan Gaza.

Baca Juga: PT Dahana siap dukung hasil raker komunikasi DEFEND ID

Usulannya telah memicu kritik di seluruh dunia sekaligus disambut dengan ketidakpercayaan dan kemarahan warga Palestina.

Berkaca dari rencana AS merelokasi warga Gaza, para penduduk Palestina menolak keras usulan kepala negara di negeri Paman Sam itu.

Warga Palestina menegaskan, lebih baik menelan puing-puing reruntuhan dibanding dipaksa pergi dari tanah air mereka.

Lantas, bagaimana reaksi warga Palestina yang menolak rencana AS merelokasi warga Gaza? Berikut ini ulasan selengkapnya.

Baca Juga: Ditemani keluarga, abu mendiang Barbie Hsu yang dikremasi di Jepang tiba di Taiwan

 

1. Warga Palestina: Gaza tanah air kami

 

Dilansir dari AP News, lebih dari setengah juta warga Palestina telah kembali ke Gaza utara selama sepekan terakhir. 

Meskipun di Gaza Utara itu membuat warga kesulitan mendapatkan air, tidak ada listrik, dan begitu banyak puing sehingga hampir tidak ada cukup ruang untuk mendirikan tenda.

Warga Palestina pun menyatakan tekadnya untuk tinggal dan membangun kembali, mengabaikan rencana Trump selaku pemimpin AS yang ingin mereka keluar dari Gaza.

Salah satu warga Palestina, Amir Karaja menuturkan dirinya "lebih baik memakan puing-puing" daripada dipaksa meninggalkan tanah airnya.

Baca Juga: Sisi lain kasus barang selundupan Rp480 M yang dibongkar Budi Gunawan, ada 4 skandal serupa yang terjadi dalam 3 bulan terakhir

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X