Paslon Pramono Anung dan Rano Karno (Pram-Doel) mengusulkan tentang tanggul laut raksasa dengan mangrove (Giant Mangrove Wall) yang dinilai dapat mengatasi banjir.
"Bukan hanya sekedar 'Giant Sea Wall' (Tanggul Laut Raksasa), kalau saya akan mengurus 'Giant Mangrove Wall' selain ekosistem dan ekologi juga jauh lebih bagus," tegas Pramono.
Sementara Paslon Ridwan-Suswono berjanji akan membangun waduk baru dan sumur resapan untuk atasi persoalan banjir di DKI Jakarta.
Baca Juga: Di hadapan pimpinan negara G20, Prabowo kembali suarakan perdamaian Palestina
"Saya kira memang tadi sudah disinggung juga, perlunya dibangun bendungan atau waduk baru yang cukup signifikan untuk menahan agar laju air tidak langsung ke Jakarta," ujar Suswono.
Berbeda gagasan dengan dua peserta lainnya, Dharma menyebut akan melakukan normalisasi hingga naturalisasi persoalan banjir di Jakarta.
"Berikan kami kesempatan dan kami selesaikan persoalan banjir ini dari hulu ke hilir, mulai dari normalisasi hingga naturalisasi," kata Dharma.
Dharma: Banjir kiriman bisa jadi air minum
Dalam kesempatan yang sama, Dharma memberikan pernyataan yang menarik perhatian lawan-lawannya di ajang debat Pilgub Jakarta 2024.
Baca Juga: PT Dahana berikan fasilas usaha mesin jahit bagi alumninya untuk kembangkan usaha
Kala itu, Dharma menyebut akan memanfaatkan pengelolaan air banjir kiriman agar dapat dijadikan sebagai air minum dengan memanfaatkan teknologi.
Pasangan duet Kun Wardana itu pun berandai-andai terkait manajemen pemerintahan DKI Jakarta yang baik untuk mengatasi persoalan banjir.
"Seandainya manajemen paham dalam mengelola air supaya air dari banjir kiriman jadi air minum dengan teknologi," tegas Dharma.***