Belum diketahui apa yang menjadi penyebab dari munculnya ‘kebimbangan’ di masyarakat, namun terlepas apapun itu, keberadaan responden yang demikian masuk dalam kategori massa mengambang atau margin error.
Direktur LSMI ini juga menerangkan bahwa untuk paslon nomor urut 3 yang berjuluk Aslina, selama survei berlangsung elektabilitasnya masih berada diurutan ke-3 dengan nilai 25,1 persen.
"Tapi jangan salah, keberadaan nilai hasil survei ini tidak bisa dijadikan patokan kalau perolehan suara responden tersebut akan terhenti sampai disini,” ucapnya.
Kata Gunawan, peluang dirasa masih vukup besar bisa diraih oleh paslon Aslina, terlebih responden yang memilihnya sebagian besar dari kalangan perempuan.
“Jika boleh memberikan saran, untuk paslon ini (Aslina) cobalah merubah gaya kampanye. Hindari gaya-gaya yang bisa memunculkan kesan birokratis atau ekslusif," terangnya.
Begitu juga dengan paslon lainya, Gunawan pun meminta agar merubah gaya kampanye supaya lebih bisa dirasakan oleh masyarakat, jangan terkalu banyak mengumbar janji dan mengutarakan visi misi.
“Demikian juga pada paslon lainnya, hendaknya gaya kampanye yang dilakukan lebih bisa dirasakan oleh masyarakat tidak sekedar mengumbar janji apalagi mengutarakan misi visi karena hal itu bisa jadi dianggap kamuplase,” tukasnya.