news

Ini alasan klasik Israel lakukan genosida di Gaza, gencatan senjata penuh jadi harapan terakhir warga sipil untuk akhiri derita

Selasa, 15 Oktober 2024 | 10:07 WIB
Potret Gaza Palestina dalam peta dunia. (Unsplash.com / CHUTTERSNAP)

Menanggapi pembebasan sandera Hamas itu, Amerika Serikat (AS) sebagai sekutu Israel menyebut ada 12 warganya yang terdampak serangan 7 Oktober itu, dengan tujuh di antaranya masih ditawan sampai dengan hari ini.

Baca Juga: Menanti duet maut Kevin Diks dan Jay Idzes yang bermain untuk Timnas Indonesia

Sekutu Israel itu meyakini para tawanan telah dibawa ke berbagai lokasi di Jalur Gaza oleh para pejuang dari berbagai kelompok bersenjata di Palestina.

Berdasarkan alasan tersebut, Israel membenarkan upaya mereka untuk melakukan serangan secara brutal ke warga sipil di Gaza, Palestina.

Empat Hari Pertama Gencatan Senjata

Pada tanggal 20-23 Oktober 2023, menjadi peristiwa gencatan senjata pertama antara Hamas dan Israel.

Kala itu, pihak Hamas membebaskan 105 tawanan yang dibebaskan sebagai bagian dari pertukaran tawanan yang dimediasi oleh pemerintah Qatar.

Baca Juga: Pro kontra E-Toll kadaluarsa yang ciptakan antrian panjang di gerbang tol

Sebagai imbalannya, Israel membebaskan sekitar 240 warga Palestina yang dipenjara, sebagian besar di antara mereka adalah anak-anak di bawah umur.

Akan tetapi, selama empat hari pertama gencatan senjata sementara itu, Israel menangkap lebih dari 130 warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki militer mereka.

Kemudian, berapa banyak lagi tawanan Israel yang masih ditawan Hamas menurut laporan IDF?

Mereka yang 'Dikira' Masih Tertawan

Juru bicara militer Israel, Daniel Hagari, mengungkap sekitar 101 tawanan diyakini masih berada di Jalur Gaza.

Baca Juga: Ini dia wasit wanita timur tengah yang terlibat kasus skandal yang viral di medsos

Daniel mengungkapkan, enam tawanan telah ditemukan tewas di kompleks terowongan Rafah pada tanggal 1 September 2024.

Halaman:

Tags

Terkini