news

79 WNI pulang dari Lebanon, begini kondisi terkini kota Beirut yang digempur Israel melalui serangan udara

Minggu, 13 Oktober 2024 | 07:55 WIB
Potret Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi saat menggelar konferensi pers terkait evakuasi WNI dari Lebanon, pada Jumat, 11 Oktober 2024. (Dokumen HO BPMI Sekretariat Wakil Presiden)

GENMILENIAL.ID – Menlu RI Retno Marsudi mengungkap sebanyak 79 warga negara Indonesia (WNI) berhasil dievakuasi dari wilayah Lebanon yang tengah berkonflik dengan Israel.

Ia mengatakan, para WNI tersebut keluar dari Lebanon menggunakan jalur darat dan laut. Dirinya mengungkapkan mulanya tiga gelombang pertama evakuasi terjadi sejak tanggal 10 sampai 28 Agustus 2024, dan terdapat 25 WNI yang dievakuasi pihak Kemenlu RI di Lebanon.

Berikutnya, sejak pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah terbunuh pada 27 September 2024, terdapat 40 WNI yang bersedia dievakuasi. Akan tetapi, dirinya menyebut proses evakuasi tersebut tidak dapat menggunakan jalur udara.

"Evakuasi terhadap 40 WNI ini yang 25 melalui udara. 40 WNI ini harus dilakukan evakuasi melalui darat, karena udara sudah semakin sulit, airspace sudah buka tutup," kata Menlu Retno melalui keterangan pers di Jakarta, pada hari Jumat, tanggal 11 Oktober 2024.

Baca Juga: Peduli perjuangan rakyat Palestina, Ponpes As-Syifa Boarding School Subang gelar aksi solidaritas bela Palestina

Ia juga mengklaim, gelombang evakuasi WNI terbaru dari Lebanon sudah take off dari Kota Beirut pada hari Rabu, tanggal 9 Oktober 2024.

"Gelombang keenam take off dari Beirut 9 Oktober untuk 14 WNI dan sudah tiba kemarin di Soetta pada tanggal 10 Oktober 2024," ungkapnya.

Menlu Retno juga mensyukuri kepulangan WNI dari wilayah konflik di Lebanon itu yang sekarang berjumlah 79 WNI ditambah 1 warga negara asing (WNA).

"Dengan begitu, WNI yang sudah berhasil dievakuasi per 10 Oktober adalah 79 WNI plus 1 warga negara asing yang merupakan spouse dari WNI," tambahnya.

Menlu Retno juga turut menyampaikan dari laporan KBRI Beirut masih ada sekitar 85 WNI di Lebanon. Berdasarkan informasi, mereka belum bersedia pulang ke Indonesia karena beberapa alasan.

"Sebagai informasi KBRI Beirut mendata bahwa saat ini jumlah WNI di Lebanon masih 85 orang. Mayoritas adalah WNI yang menikah dengan warga negara Lebanon dan ini belum ingin dievakuasi," tandasnya.

Konflik yang terjadi antara Israel dan Lebanon itu membuat kementerian luar negeri bergerak cepat untuk menyelamatkan para WNI, terutama dari pusat Kota Beirut yang hancur karena serangan udara Israel.

Serangan Udara Israel ke Pusat Kota Beirut, Lebanon

Dikutip dari Independent UK, laporan terbaru menyebutkan serangan udara Israel ke pusat Kota Beirut telah menewaskan 22 orang akibat dua serangan udara Israel.

Halaman:

Tags

Terkini