news

Pj. Bupati Subang jenguk siswa SMP korban pengeroyokan yang sudah 6 hari belum sadarkan diri di RS Hamori

Sabtu, 1 Juni 2024 | 06:34 WIB
Pj. Bupati Subang, Dr. Imran beserta jajaran jenguk siswa SMP korban pengeroyokan di RS Hamori

GENMILENIAL.ID - Pj. Bupati Subang, Dr. Imran didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni menjenguk dan melihat langsung siswa SMP yang menjadi korban pengeroyokan di RS. Hamori Subang, pada Jumat 31 Mei 2024.

Menurut keterangan pihak rumah sakit, kondisi korban sudah memasuki hari ke-6 dan juga belum sadarkan diri karena mengalami pendarahan kepala akibat benturan benda tumpul.

Selain menjenguk korban, dalam kesempatan tersebut, Dr. Imran juga menyerahkan bantuan dari Baznas Subang sebagai wujud peduli Pemda Subang atas kejadian yang menimpa korban.

Dengan sangat emosional, lelaki kelahiran Aceh itu menegaskan bahwa kasus pengeroyokan tersebut harus diselesaikan secara hukum.

Baca Juga: Pilar penting dalam kehidupan, berkenalan dengan ilmu humaniora beserta cabangnya

"Turut bersedih dan menyesal atas kejadian yang menimpa anak kita, saya minta kepolisian untuk memproses kejadian ini secara hukum,” kata Dr. Imran.

Ia juga memberi ultimatum kepada para pelaku pengeroyokan, apabila pelakunya merupakan siswa di sekolah yang ada di Kabupaten Subang maka yang bersangkutan silakan mencari sekolah diluar Subang.

Hal tersebut dilakukan sebagai wujud komitmen dari Pemerintah Daerah Subang terhadap anti bullying di dunia pendidikan yang ada di Subang.

"Kalau ada yang terlibat ada siswa di Subang, siilakan anak tersebut mencari sekolah di luar Subang. Ini komitmen saya terhadap anti bully dan anti perkelahian pelajar,” tegas Dr. Imran.

Baca Juga: Menjadi seorang profesional, ini 8 kebiasaan buruk yang harus diubah dalam penggunaan waktu

Terkait kondisi korban yang masih membutuhkan perawatan intensif, Pj Bupati Subang menyampaikan bahwa pihaknya tengah mengupayakan agar seluruh biaya pengobatan bisa ditanggung oleh BPJS.

Selain itu, orang tua dari pelaku pengeroyokan juga memiliki tanggung jawab dalam membiayai korban tersebut.

"Ini bukan hanya tanggung jawab Pemda, tapi juga tanggung jawab pelaku,” tegas Dr. Imran.

Dengan adanya kejadian tersebut, lanjut Dr. Imran, Pemda Subang akan terus melakukan sosialisasi anti bullying dan menghimbau para orang tua agar memperhatikan kegiatan anak-anaknya.

Halaman:

Tags

Terkini