GENMILENIAL.ID - Jelang Pilkades serentak di Kabupaten Subang yang akan dilaksanakan pada Minggu 3 Desember 2023, Polres Subang gelar apel pasukan di Mapolres Subang pada Jumat, 1 Desember 2023.
Kabag Ops Polres Subang, Kompol Iwan Setiawan mengatakan bahwa Polres Subang telah melakukan hasil maping terkait tingkat kerawanan yang akan dilakukan antisipasi oleh pihaknya.
"Untuk titik rawan, kita hasil maping rekan-rekan intel dan jajaran polsek ada 9 desa hasil dari kir intel yang perlu kita antisipasi khusus," kata Kompol Iwan Setiawan pada awak media, Jumat 1 Desember 2023.
Namun demikian, lanjut Kompol Iwan, dari 22 desa yang menggelar Pilkades serentak di Kabupaten Subang ia menyebut bahwa semuanya masuk kategori rawan.
"Dari 22 desa, semuanya kita kategorikan rawan, kategorinya rawan, kurang rawan.dan sangat rawan," tambahnya.
Dari maping kategori tersebut, kata Kompol Iwan Polres Subang telah melakukan langkah-langkap antisipatif dengan menerjunkan ratusan anggotanya.
"Untuk anggota yang terseprin dan saya dorong ke seluruh jajaran polsek, ada 12 polsek, 14 kecamatan dan 22 desa yang melaksanakan, kami dorong kurang lebih 723 personil," jelasnya.
Dari jumlah personil tersebut, ada yang mobile, on call dan situasioner yang langsung menempati tugas di lokasi. Kabag Ops Polres Subang juga menjelaskan terkait kriteria sangat rawan.
Baca Juga: Masuki musim penghujan, Kadinkes Subang berikan tips ini agar masyarakat terhindar dari DBD
"Kalau sangat rawan kita kriterianya satu dengan rawan demografi, dalam artian rawanya rawan bencana, ada beberapa tempat yang rawan banjir dan rawan ROB," ucap Kompol Iwan.
Selanjutnya, ada beberapa desa yang rawanya dari antusias masyarakat dengan jumlah DPT yang banyak, disamping itu ada beberapa desa yang rawan karena calonya incumbent dan head to head atau hanya ada dua calon.
Kata Kompol Iwan, beberapa kriteria tersebut menurut kriteria intel dari polisi termasuk kedalam kategori rawan yang harus diwaspadai.
"Jadi tidak semuanya rawan konflik, dari 9 itu ada yang rawan demografi, ada rawan dengan jumlah DPT yang banyak, ada rawan karena euforia masyarakat yang fanatik dan ada juga rawan konflik," terangnya.