Untuk Subang maju, Pimpinan Ponpes Pagelaran III sebut masalah Subang berada pada SDM, terutama SDM ASN

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 30 Juli 2023 | 16:23 WIB
Pimpinan Ponpes Pagelaran III KH. Arie Gifary dan Gubernur Jabar, Ridwa Kamil
Pimpinan Ponpes Pagelaran III KH. Arie Gifary dan Gubernur Jabar, Ridwa Kamil

GENMILENIAL.ID - Pimpinan Pondok Pesantren Pagelaran III KH. Arie Gifary menyebut bahwa untuk mendobrak dan mengejar ketertinggalan dari Kabupaten lain, Kabupaten Subang memerlukan SDM yang berkualitas.

"Kabupaten Subang membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas untuk mendongkrak Subang agar mampu mengejar dari ketertinggalan dengan Kabupaten lain di Jawa Barat," kata KH. Arie Gifary.

Kata lelaki yang juga masih sepupu dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil ini, dengan potensi geografis yang sangat baik ditambah dengan kehadiran proyek strategis nasional yang ada di Kabupaten Subang, untuk memperbaiki Subang hanya tinggal butuh komitmen bersama para stakeholdernya terutama terkait SDM.

Baca Juga: Forum Diskusi Sastra Meja Panjang, kembali gelar diskusi episode ketiga dengan tema Jakarta Kita dan Sastra

"Bila di analisis SWOT, potensi majunya Subang sangat besar. Dan saya memandang masalahnya di SDM. Oleh karena itu, perbaikan mutu SDM dan komitmen bersama SDM untuk maju, maka Subang akan maju," ujarnya.

Arie pun menyebut bahwa permasalahan SDM yang paling utama di Kabupaten Subang itu adalah terkait SDM yang berada di lingkaran Aparatur Sipil Negara (ASN).

"SDM ASN ini memerlukan peningkatan kompotensi, skill, dan komitmen untuk maju. Karena awalnya dari SDM ASN sebagai penggerak roda pembangunan," tandasnya.

Baca Juga: Deklarasi relawan Prawiro IGMP, Merry Langoy targetkan 80 persen kemenangan Prabowo di Subang

Lanjut Arie, dengan SDM yang berdaya saing, maka akan mampu melakukan kajian yang mendalam, pemetaan masalah, dan tentu akan dicarikan solusi kebijakan pada tahapan perencanaan pembangunan Subang ke depan.

Ketua Umum Forum Pemberdayaan Pesantren dan Umat (FPPU) Jawa Barat ini juga menyebut bahwa sangat disayangkan Kabupaten yang memiliki potensi yang luar biasa ini jika tidak dikelola dengan baik.

"Kita punya Patimban, kita punya pantai, kita punya akses transportasi, kita punya obyek wisata air panas, tentu itu sebuah modal untuk maju." tuturnya.

Baca Juga: Ups! jangan salah berikut perbedaan depresi dan stres

Terkait defisit, Arie juga menyebut bahwa perencanaan penggunaan anggaran harus matang dan punya skala prioritas, termasuk soal pengawasanya.

"Dorong terus sumber-sumber keuangan melalui pendekatan humanis sistematis dan terukur, gali sumber-sumber anggaran baru dari bidang yang belum tersentuh," ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X