GENMILENIAL.ID - Bencana alam yang menimpa wilayah Subang selatan akhir-akhir ini telah menjadi perhatian semua pihak, setelah viralnya banjir lumpur di Desa Curugrendeng, banjir lumpur pun kembali terjadi di Desa Mayang Kabupaten Subang pada Kamis 4 Mei 2023.
Sebagaimana diketahui bahwa Subang selatan selama ini disebut sebagai daerah resapan air, fungsi dari daerah resapan adalah untuk menampung debit air hujan yang turun di daerah tersebut.
Jauh hari sebelum maraknya pembangunan wilayah Subang selatan sebagai zona ekonomi baru dengan hadirnya pariwisata dan alih fungsi lahan, para aktivis lingkungan sudah berteriak banyak mengingatkan para stakeholder terkait potensi bencana yang ditimbulkan.
Baca Juga: Banjir dan longsor timpa Desa Mayangan, Polres Subang garcep bagikan bantuan pada warga terdampak
Disisi lain, Pemerintah Daerah (Pemda) Subang dan PTPN VIII terus giat lakukan pembangunan di wilayah tersebut terutama di sektor pariwisata dan sektor lainya seperti rencana pembangunan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang saat ini masih sedang dilakukan kajian.
Iis Rochati, yang selama ini dikenal sebagai Aktivis lingkungan di Subang selatan mengatakan bahwa zona pembangunan ekonomi baru di wilayahnya pastinya tentu akan memberikan dampak terhadap lingkungan dan alam.
"Dampak sudah pasti itumah, gak bisa dipungkiri, itumah pasti, cuma kan bukan gak boleh membangun, perlu diingat oleh semua pihak, harus ada kajian awal, sebelum kejadian harus dikaji terlebih dahulu, sehingga dampak akan terminimalisir," kata Iis Rochati.
Iis pun mengingatkan semua pihak terutama stakeholder dan para pemangku kebijakan di Pemerintah Daerah (Pemda) Subang untuk lebih dalam terkait kajian dan analis lingkunganya, terutama terkait dampak yang ditimbulkan.
"Bukan hanya mengobati, saat kejadian baru riweh (ripuh), disini kan ada pemda, ada tim teknis, baik ditata ruang, lingkungan hidup dan semua sektor lah, disitukan ada beberapa orang yang nantinya bisa mengeluarkan boleh dan tidaknya," kata Iis Rochati.
Lebih jauh, Iis pun menyebut kalau saat ini, yang tidak boleh juga diduga banyak dilanggarnya, Iis pun enggan lebih jauh berbicara siapa saja pihak-pihak yang selama ini sudah melanggar tersebut baik itu dari perusahaan ataupun para pemangku kebijakan terkait.
"Minimal taat aturan dulu," tegas Iis Rochati pada genmilenial.id dirumahnya di Desa Curugrendeng, pada Minggu 7 Mei 2023.
Baca Juga: Silaturahim dengan APDESI, Pemda Subang minta para Kades agar optimalkan kinerja layani masyarakat
Iis Rochati yang biasa dipanggil juga dengan Iis Petani, selama ini dikenal cukup vokal terhadap isu-isu lingkungan, atas konsennya pada isu lingkungan sederet penghargaan dari Pemerintah pun ia terima, diantaranya :
Artikel Terkait
Sambangi warga yang memerlukan bantuan, Kapolres Subang : Semoga dapat membantu dan memotivasi saudara Deni
Banjir lumpur di Desa Curugrendeng, warga minta pihak pengembang PT Bintang segera lakukan penanganan
Dengarkan keluhan warga Curugrendeng, Ketua TMP Jabar fasilitasi warga dengan Anggota DPR RI Komisi IV
Ups! Ada semburan api di sumur air Rest Area KM 86 B setinggi 12 meter, seperti ini penjelasan Kapolres Subang
Semburan api setinggi 12 meter, Kapolda Jawa Barat tinjau langsung ke Rest Area KM 86 Tol Cipali Subang
Banjir lumpur timpa warga Desa Curugrendeng, Pemda Subang hentikan sementara aktifitas PT BPS
Banjir dan longsor timpa Desa Mayang, Polres Subang garcep bagikan bantuan pada warga terdampak