293 Santri Ponpes Manbhaul Hikam Sidoarjo diduga keracunan MBG, bermula saat jam makan siang

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 2 September 2026 | 09:09 WIB
Menyoroti fakta terkini ihwal kasus dugaan keracunan MBG yang dialami ratusan santri di Ponpes Manbhaul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur (Instagram.com/@malangraya_info)
Menyoroti fakta terkini ihwal kasus dugaan keracunan MBG yang dialami ratusan santri di Ponpes Manbhaul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur (Instagram.com/@malangraya_info)

Baca Juga: Jejak Ibam di kasus korupsi Chromebook, eks konsultan Kemendikbud Ristek yang divonis 5 tahun bui

Bermula saat makan siang MBG

Berdasarkan laporan di lapangan, dugaan keracunan bermula saat pembagian MBG kepada para santri pada Selasa, 1 September 2026 sekitar pukul 12.00 WIB.

Saat itu, sebanyak 1.010 porsi makanan MBG dari SPPG Kalitengah dikonsumsi siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) dan MTs Manbhaul Hikam.

Beberapa jam setelah makan siang, tepatnya sekitar pukul 16.00 WIB, sejumlah santri mulai mengeluhkan berbagai gejala kesehatan.

Keluhan yang dilaporkan meliputi pusing, mual, muntah, diare hingga sesak napas.

Baca Juga: Resmi ditutup! Pengguna Stasiun Karet tempuh 500 meter menuju Stasiun BNI City usai proses integrasi berjalan

Pihak pondok pesantren kemudian membawa para santri yang mengalami gejala ke bidan terdekat di Desa Putat untuk mendapatkan penanganan pertama.

Sekitar pukul 16.30 WIB, jumlah santri yang mengalami mual dan muntah terus bertambah hingga mencapai puluhan orang.

Melihat jumlah korban yang semakin bertambah, pengurus pesantren kemudian berinisiatif menghubungi layanan ambulans. Para santri selanjutnya dievakuasi ke RS Pusura dan RSUD Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo pastikan santri ditangani

Bupati Sidoarjo Subandi memastikan seluruh santri dan santriwati yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: Intelijen Ukraina ungkap 8 WNI yang direkrut tentara Rusia, sebut sebagai garda depan saat perang tanpa pelatihan

Pemerintah daerah disebut bergerak untuk menangani kejadian tersebut. Subandi juga mengimbau orang tua santri agar tidak panik terkait kondisi anak-anak mereka.

“Insyaallah tinggal pemulihan. Semua sudah didata oleh pondok, jadi tidak ada kekhawatiran terhadap orang tua,” ujar Subandi dalam keterangannya, pada Selasa, 1 September 2026.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X