Pelepasan damkar mendadak disorot usai dinilai terlalu seremonial di tengah karhutla yang landa wilayah Kalteng

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 1 September 2026 | 23:27 WIB
Menyoroti seremoni pelepasan damkar oleh Gubernur Kalteng saat warga alami krisis diterpa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) (Instagram.com/@genvoice.id)
Menyoroti seremoni pelepasan damkar oleh Gubernur Kalteng saat warga alami krisis diterpa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) (Instagram.com/@genvoice.id)

Baca Juga: Minuman rasa susu untuk MBG anak TK di Bogor jadi sorotan, kandungan airnya capai 86 persen

Amanat Agustiar saat seremoni

Dalam amanatnya, Agustiar menyampaikan apresiasi atas komitmen TNI-Polri serta ASN Provinsi Kalteng dalam menghadapi kondisi karhutla.

Ia menilai seluruh unsur tersebut perlu bergerak ketika masyarakat membutuhkan penanganan cepat.

Agustiar juga menegaskan bahwa kondisi yang dihadapi bukan momentum untuk saling menyalahkan maupun memperdebatkan persoalan.

“Mengingat api tidak akan padam dengan tuduhan dan asap tidak akan hilang dengan perdebatan, melainkan membutuhkan semangat kerja sama, gotong royong,” kata Agustiar dalam seremoni itu.

Baca Juga: Kebakaran bedeng-gudang di Legian Bali, api dilaporkan merembet hingga ke rumah semi permanen

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangka apel pelepasan personel gabungan yang akan diterjunkan untuk menangani karhutla di wilayah Kalteng.

Warga diimbau segera lapor titik api

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib, menegaskan kesiapan pihaknya menindaklanjuti arahan gubernur.

Ahmad juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla.

Ia mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Baca Juga: Cerita Citra Pitriyami saat Jembatan Gantung Pongpet ambruk, pegangan plat hingga diselamatkan Camat Cijulang

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan segera melaporkan titik api sekecil apa pun kepada petugas,” ujar Ahmad.

“(Hal tersebut) agar upaya pemadaman dini dapat segera dilakukan sebelum meluas,” sambungnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X