Situasi di lokasi kemudian memanas. Salah seorang warga terlihat meluapkan kemarahan dengan memecahkan kaca jendela pos penjagaan.
“Ini harus dilaporin, nanti warga yang disalahin. Ini katanya tidur, ada orang yang lihat kalau dia tidur,” tambah salah satu warga.
Saat kejadian, kondisi di sekitar lokasi disebut sedang ramai karena banyak warga mengikuti sebuah acara.
Warga yang berada di lokasi kemudian memperingatkan pengendara yang hendak melintas ketika kereta api melaju.
KAI sebut petugas sudah diganti
Pihak KAI membenarkan kejadian tersebut terjadi di perlintasan Dekoro, JPL 97.
KAI menyebut peristiwa itu telah ditindaklanjuti oleh instansi terkait melalui pemeriksaan terhadap petugas yang bersangkutan.
“Kejadian tersebut sebelumnya sudah dilakukan tindak lanjut oleh instansi terkait, dengan melakukan pemeriksaan, serta mengganti petugas yang bersangkutan,” ungkap pihak KAI pada Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut KAI, pihak yang berwenang dalam penanganan tersebut adalah Dinas Perhubungan Kota Pekalongan, termasuk dalam hal pemberian tindakan disiplin terhadap petugas.
Dishub ungkap petugas berjaga sendirian
Sementara itu, Dishub Kota Pekalongan mengungkap kondisi petugas ketika kejadian berlangsung.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekalongan, M Restu Hidayat, menyebut petugas saat itu sedang berjaga seorang diri.
Artikel Terkait
Tuai pujian, ibu-ibu di Wonogiri rela jaga perlintasan KA tanpa palang pintu demi keselamatan warga
Momen KRL Duri-Tangerang didorong kereta lain, viral usai mogok di tengah perjalanan
Viral penumpang kereta keluhkan restorasi ‘berubah’ jadi working space, banyak meja dipakai untuk membuka laptop
Viral palang pintu tak tertutup saat KA Brantas lewat hingga nyaris tabrak truk, KAI akui petugas langgar SOP
Viral pengendara motor rusak palang pintu kereta di Sleman, ngaku tak sabar: Kereta masih jauh udah dipalang
Gempa M 3,6 guncang Bantul DIY, 20 kereta api berhenti luar biasa
Cerita penumpang KRL Jumat pagi pascademo 27 Agustus: Dugaan pelemparan batu hingga penyesuaian jalur kereta