Lebih lanjut, Antonius mengatakan pemerintah daerah saat ini memprioritaskan kondisi kesehatan para siswa yang menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Baca Juga: DPR prioritaskan keselamatan warga NTT, Dasco dorong evakuasi hingga pemulihan fasilitas
Ia menyebut persoalan biaya memiliki prosedur tersendiri, tetapi menurutnya hal yang lebih utama adalah memastikan kondisi kesehatan anak-anak yang diduga terdampak.
“Kalau soal biaya, itu ada prosedur. Yang paling penting, kita pastikan dulu kesehatan anak-anak ini dan syukur Alhamdulillah, Puji Tuhan, ini situasi terakhirnya,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Wilayah IV Zulkarnain Barus menyampaikan data sementara jumlah siswa yang diduga mengalami keracunan hingga Kamis sore mencapai sekitar 269 orang.
Rinciannya, sebanyak 204 siswa berasal dari SMAN 1 Berastagi, 25 siswa dari SMA Swasta Bersama, dan 40 siswa dari SMK Swasta Bersama.
Baca Juga: Kronologi dugaan perundungan siswa SMK Kebumen, bermula ajakan duel berujung kasus di meja polisi
“Data ini kemungkinan masih terus bertambah ya,” ujar Zulkarnain kepada awak media, Kamis, 13 Agustus 2026.
Para siswa kemudian mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, yakni Rumah Sakit Efarina Berastagi, RSU Amanda Berastagi, Rumah Sakit Kabanjahe, Rumah Sakit Mina, dan Puskesmas Berastagi.
Data siswa diduga keracunan capai 289 orang
Data mengenai jumlah siswa yang diduga mengalami keracunan kemudian mengalami perubahan.
Menurut laporan Dinas Kominfo Karo, jumlah siswa yang diduga terdampak mencapai sekitar 289 orang.
Baca Juga: Bencana gempa di Nusa Tenggara Timur: Korban tewas capai 47 orang, 5 bandara terdampak
Dari jumlah tersebut, sebanyak 157 orang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Amanda Berastagi. Sebanyak 137 orang menjalani rawat inap, sedangkan 20 lainnya menjalani rawat jalan.
Kemudian, sebanyak 90 siswa menjalani perawatan di RS Efarina, 35 orang di RSUD Kabanjahe, 4 orang di RS Mina, dan 3 orang lainnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Berastagi.
Artikel Terkait
Satpam SPPG di Ciputat diduga jual 1.700 ompreng MBG untuk beli narkoba, gimana awal mulanya?
Diduga gegara konsumsi menu MBG basi, 707 warga sekolah di SMKN 6 Semarang alami keracunan massal
Terperosok ke area bibir pantai, kecelakaan mobil MBG di Madura mendadak viral di medsos
Dapur MBG wajib kantongi sertifikat SLHS, BGN beri target waktu singkat
Kepala SPPG Karanganyar muntah-muntah usai cicip menu MBG, 94 ompreng ditarik usai sempat dikirim ke sekolah
Dugaan keracunan MBG di Berastagi: 269 Siswa dirawat, paling banyak dari SMAN 1 Berastagi
Viral peternak ayam bongkar kelakuan oknum dapur MBG, mau beli telur nyaris busuk hingga manipulasi harga di nota anggaran