Mulai dari liputan langsung di lapangan, membangun jaringan narasumber, hingga menjaga kredibilitas informasi tetap menjadi kekuatan utama jurnalis.
“Teknologi bisa membantu proses kerja, tetapi kepercayaan publik dibangun melalui verifikasi, kedekatan dengan masyarakat, dan integritas jurnalistik,” tegasnya.
Media harus bangun ekosistem digital
Di akhir paparannya, Agus mengajak pelaku media, khususnya anggota JMSI Banyuwangi, untuk tidak lagi bergantung hanya pada website.
Menurutnya, media harus membangun ekosistem digital yang terintegrasi, dengan memanfaatkan berbagai platform untuk menjangkau audiens lebih luas.
Baca Juga: 3 Pejabat PDAM Bekasi diduga korupsi proyek pipa air bersih, bikin negara boncos Rp4,5 miliar
Sinergi antara website, media sosial, platform video, hingga teknologi AI dinilai menjadi kunci keberlanjutan industri media di masa depan.
Bagi Agus, tantangan terbesar bukanlah kehadiran AI, melainkan kemampuan media untuk terus beradaptasi.
Selama masyarakat masih membutuhkan informasi yang akurat dan terpercaya, industri media diyakini akan tetap tumbuh dan relevan.***
Artikel Terkait
CoreLab 2025 di Unesa: Promedia bekali mahasiswa Gen Z skill content creator untuk hadapi persaingan digital
CoreLab Promedia 2025 di UNIKOM jadi ruang kolaborasi mahasiswa dan industri media digital
Promedia Group sukses gelar BRI CoreLab 2026 di UNJ: Bahas industri informasi hingga citizen journalism
Jurnalis Promedia Group di Sukabumi ceritakan hunian yang lebih nyaman dalam kelanjutan program 'Ganti Atap Rumah Wartawan'
Kolaborasi SKI dan Promedia Group di program 'Ganti Atap Rumah Ibadah' sulap musholla di Jaktim lebih layak dan nyaman
Renovasi hunian jurnalis Promedia Group makin nyaman, ganti asbes dan pasang plafon dalam program ‘Ganti Atap Rumah Wartawan’
Jurnalis Ciamis ini apresiasi program ‘Ganti Atap Rumah Wartawan’ Promedia Group, berharap manfaatnya bisa dirasakan banyak rekan sejawat