Menurutnya, menaikkan harga justru berisiko menurunkan jumlah pembeli.
“Kalau harga naik, bisa jadi penjualan yang berkurang,” sambungnya.
Baca Juga: Nanik Deyang mundur, sosok pengganti Kepala BGN yang tetap diawasinya mendadak jadi sorotan
Sindir pejabat: Jualan saja biar tahu susahnya
Dalam curhatannya, Umma Adnan juga menyindir kebijakan tersebut dengan meminta para pejabat mencoba berjualan.
Ia bahkan menyarankan agar mereka membuka usaha kecil seperti berjualan pentol atau es dawet daripada hanya menagih pajak.
“Kenapa ya mereka tidak bikin usaha sendiri supaya punya pendapatan daerah, jual pentol, es dawet kah kalian itu,” tulisnya.
Ia menambahkan, usaha yang dirintisnya dibangun dari modal kecil sekitar Rp1 juta.
Curhatan UMKM jadi sorotan
Unggahan tersebut langsung menuai beragam reaksi dari warganet.
Banyak yang turut bersimpati terhadap kondisi pelaku UMKM, terutama terkait beban pajak yang dianggap cukup besar.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai kebijakan pajak yang dikeluhkan tersebut.***
Artikel Terkait
Simak proses pembuatan Pizza, dari cara modern dan tradisional!
Keluhan warga Haji Nawi soal bising lapangan padel viral, suara capai 77 dB dari pagi hingga tengah malam
Tambang tanah merah Subang jadi sorotan, pengusaha buka suara soal izin dan pajak
Viral keluhan siswi Malut soal jalur ekstrem ke sekolah, minta dibangunkan jembatan ke Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos
Ribuan warga mulai taat pajak, Samsat Subang: Bayar pajak kunci jalan mulus
Soal isu mati listrik bergilir: PLN akui pembangkit besar di Jawa gangguan hingga keluhan pemadaman tanpa pemberitahuan
Viral keluhan penumpang antre kendaraan berjam-jam di Pelabuhan Ketapang: Jangan cuma bawa bensin, bawa kesabaran juga