Versi polisi: Pelaku melawan dan membahayakan
Di sisi lain, pihak kepolisian memberikan keterangan berbeda.
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, menyatakan bahwa JI merupakan salah satu pelaku curanmor yang telah lama diburu.
Dalam proses pengembangan kasus, JI disebut melakukan perlawanan aktif hingga melukai anggota polisi dan berupaya melarikan diri.
“Pelaku melakukan perlawanan dan mencoba kabur. Anggota kami sempat terluka akibat tindakan tersebut,” jelasnya.
Baca Juga: Perampokan disertai pembunuhan di Sragen, siswi SD ditemukan tewas dengan luka senjata tajam
Polisi mengaku telah memberikan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan. Karena dinilai membahayakan, aparat kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur.
Sempat dirawat, kondisi memburuk
Setelah dilumpuhkan, JI langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Lampung untuk mendapatkan penanganan medis.
Polisi menyebut bahwa saat tiba di rumah sakit, kondisi korban masih sadar dengan tanda vital yang cukup baik.
Bahkan, penyidik sempat melakukan pemeriksaan awal terhadap JI. Namun, kondisi korban kemudian menurun secara drastis hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
“Awalnya masih sadar, tetapi kemudian kondisinya menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” kata Gigih.
Sorotan publik dan tuntutan kejelasan
Artikel Terkait
Kurang dari 24 jam, polisi tangkap 8 pelaku main hakim sendiri di kasus curanmor Subang
Polisi bongkar jaringan curanmor Subang, 9 pelaku ditangkap dan 21 motor curian disita
Curanmor di proyek BYD Subang berujung aksi massa, pelaku babak belur sebelum diamankan polisi
Tiga pelaku curanmor dibekuk Polres Subang, beraksi gunakan kunci letter T
Viral pengantin pria di Garut ditangkap polisi usai akad nikah, terungkap terlibat curanmor 3 hari sebelum menikah
Kronologi kasus curanmor yang jerat pengantin viral di Garut, bermula saat korban simpan motor dalam garasi
Dua modus curanmor terbongkar di Subang, dari rusak kunci hingga duplikasi, 4 pelaku diamankan