Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total 20 pendaki berada di kawasan Gunung Dukono saat erupsi terjadi.
Dari jumlah tersebut, sembilan orang merupakan warga negara asing asal Singapura, tiga orang warga Ternate, dan delapan lainnya merupakan warga lokal.
Baca Juga: 32 Tim usia dini ramaikan Liga Jabar Istimewa di Subang, jadi ajang cari bibit pesepak bola
Sebagian pendaki telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan, namun masih terdapat korban yang belum ditemukan.
Proses pencarian terkendala erupsi
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengungkapkan bahwa proses pencarian terhadap tiga pendaki yang hilang menghadapi kendala serius.
Aktivitas erupsi yang masih berlangsung membuat tim SAR harus bolak-balik menghentikan pencarian demi keselamatan personel.
“Ketika aman kita mendekat ke area kawah, ketika erupsi kita harus mengamankan semua personel,” ujarnya.
Baca Juga: Tumpahan CPO di Jalintim Banyuasin bikin jalan licin dan lalin tersendat
Saat ini, ratusan personel SAR gabungan telah dikerahkan dan dibagi ke dalam beberapa tim pencarian (SRU).
Operasi dilakukan melalui jalur darat dan udara, termasuk menggunakan drone untuk menjangkau area sulit.
Evakuasi dan koordinasi lintas instansi
Tim SAR terus berkoordinasi dengan petugas pos pengamatan Gunung Dukono serta PVMBG untuk memantau aktivitas vulkanik sebelum melakukan pencarian lanjutan.
Upaya evakuasi juga dilakukan bersama BPBD Halmahera Utara guna memastikan keselamatan para pendaki yang masih berada di kawasan tersebut.
Baca Juga: Identitas 2 korban tewas usai banjir bandang di Bone terungkap, bocah 5 tahun dan lansia 80 tahun
Artikel Terkait
Gunung Ruang kembali erupsi, PVMBG naikan level dari siaga ke level awas
Mengintip sejarah letusan puncak berapi kembar di NTT yang kembali erupsi pada Kamis, 7 November 2024: Tingginya lebih dari 1.500 mdpl!
Di sela kunker di AS, Prabowo gelar rapat via vicon respons cepat erupsi Gunung Lewotobi
Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi dahsyat, kolom abu capai 19 ribu meter
Gunung Marapi erupsi, kolom abu capai 1.600 meter dan warga diminta jauhi radius 3 km
IFG Labuan Bajo Marathon 2025 resmi ditunda, erupsi Lewotobi jadi alasan utama
Hidup di bawah ancaman erupsi Semeru, warga Lumajang curhat ketakutan hingga usul gunung dipindahkan