Program ini diharapkan dapat meningkatkan standar keselamatan dan kedisiplinan pengemudi dalam berkendara di lapangan.
Baca Juga: Kasus persetubuhan dan pencabulan anak di Subang terungkap, kakek tiri setubuhi 4 korban sejak 2012
Green SM siapkan program pelatihan ulang
Direktur Taksi Green SM, Denny Gunawan, mengakui bahwa perusahaan masih memiliki ruang untuk peningkatan, terutama dalam aspek pembinaan pengemudi.
Ia menyebut pihaknya tengah menyiapkan program pelatihan ulang sebagai langkah penguatan budaya keselamatan.
“Kami berharap edukasi dari pihak yang berkompeten bisa menjadi tolok ukur bagi driver untuk tidak mengulangi pelanggaran,” ujar Denny.
Ia juga menambahkan bahwa perusahaan siap bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam pengembangan program pelatihan serta peningkatan jumlah armada secara bertahap.
Selain itu, Green SM menyatakan telah melakukan komunikasi dengan pihak terkait serta korban, sembari menunggu hasil investigasi resmi dari aparat berwenang.
Dorongan perbaikan sistem transportasi
Insiden di Stasiun Bekasi Timur ini turut membuka kembali diskusi publik mengenai pentingnya integrasi sistem keselamatan transportasi darat dan kereta api.
Evaluasi menyeluruh diharapkan dapat memperkuat tata kelola transportasi agar lebih aman dan terukur di masa mendatang.***
Artikel Terkait
Kisah haru ibu selamat dari tragedi Bekasi Timur, ngaku terhindar berkat firasat anak
Respons kilat usai kecelakaan KA Bekasi, Presiden siapkan Rp4 triliun dan setujui flyover
Suami korban tewas kecelakaan KRL di Bekasi ungkap pesan terakhir istri, isak tangis saat ditelepon damkar
Solidaritas busui mengalir, tawarkan donor ASIP untuk bayi korban kecelakaan KRL Bekasi Timur
TASPEN gerak cepat serahkan santunan Rp283 juta untuk guru korban kecelakaan KRL Bekasi Timur
Motor pulang tanpa pemilik, kisah pilu korban KRL Bekasi Timur ini bikin haru
Ratusan buket bunga penuhi Stasiun Bekasi Timur, simbol duka dan empati untuk korban kecelakaan