Jukir Tanah Abang patok Rp100 ribu, Rano Karno: Bukan ditoleransi tapi situasi setahun sekali

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Kamis, 19 Februari 2026 | 14:16 WIB
Menyoroti tanggapan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno usai ramai dugaan juru parkir di Tanah Abang patok harga mencapai Rp100 ribu (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti tanggapan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno usai ramai dugaan juru parkir di Tanah Abang patok harga mencapai Rp100 ribu (Instagram.com/@undercover.id)

GENMILENIAL.ID — Polemik tarif parkir hingga Rp100 ribu per kendaraan di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, menuai sorotan luas publik.

Sejumlah oknum juru parkir (jukir) liar sebelumnya diamankan aparat kepolisian setelah diduga mematok tarif tidak wajar kepada pengunjung.

Penindakan itu dilakukan pada Selasa, 17 Februari 2026, dengan total delapan jukir liar diringkus.

Praktik tersebut ramai diperbincangkan di media sosial karena dinilai memberatkan masyarakat, terutama menjelang momentum hari raya ketika aktivitas belanja meningkat tajam.

Baca Juga: Viral dugaan pencurian uang Rp4 juta milik nenek penjual nasi uduk di Jatiwarna Bekasi, pelaku terekam CCTV

Ramainya perbincangan publik soal tarif parkir di pusat grosir terbesar di Asia Tenggara itu turut sampai ke telinga Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.

Penertiban tetap berjalan

Menanggapi hal tersebut, Rano Karno menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak mentoleransi praktik pungutan liar.

Namun ia juga mengajak masyarakat memahami situasi kepadatan yang terjadi menjelang hari besar keagamaan.

“Itu sudah pahamlah kita. Bukan berarti kita toleransi, tapi semuanya juga ditertibkan,” ujar Rano saat ditemui di Bundaran HI, Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.

Baca Juga: Viral polisi hentikan bus ugal-ugalan di Jombang, sopir diduga pengaruh alkohol bawa 61 penumpang

Menurutnya, lonjakan pengunjung di kawasan Tanah Abang memang terjadi setiap tahun dan bersifat musiman.

Kendati demikian, ia memastikan langkah penertiban tetap dilakukan agar tidak merugikan warga.

“Tapi marilah kita coba pahami, ini kan situasi setahun sekali. Ini macet dan ini setahun sekali, tidak apa-apa,” imbuhnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X