Skandal tanggul beton Cilincing: Nelayan resah, bos KCN klaim proyek pelabuhan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 12 September 2025 | 21:01 WIB
Tangkapan layar tanggul beton yang viral usai dikeluhkan nelayan di Cilincing, Jakarta Utara (Instagram.com/@cilincinginfo)
Tangkapan layar tanggul beton yang viral usai dikeluhkan nelayan di Cilincing, Jakarta Utara (Instagram.com/@cilincinginfo)

GENMILENIAL.ID – Polemik tanggul beton di pesisir Cilincing, Jakarta Utara, memicu keresahan nelayan setempat usai video viral memperlihatkan struktur beton yang dinilai menyulitkan akses melaut.

Video tersebut pertama kali diunggah akun Instagram @cilincinginfo pada 7 September 2025.

Seorang nelayan dalam rekaman menyebut jalur yang dulu menjadi perlintasan kini tertutup, sehingga mereka harus memutar jauh.

Baca Juga: Ledakan misterius porak-poranda 13 rumah di Pamulang, warga panik duga meteor jatuh

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan pembangunan tanggul beton itu bukan kewenangan Pemprov DKI, melainkan proyek pemerintah pusat yang dikerjakan oleh PT Karya Citra Nusantara (KCN).

“Ini merupakan kewenangan Kementerian Kelautan dan Perikanan kepada swasta PT KCN. Harus ada jaminan akses bagi nelayan yang beraktivitas,” kata Pramono, Kamis 11 September 2025.

Menanggapi polemik ini, Direktur Utama PT KCN, Widodo Setiadi, mengklarifikasi bahwa struktur beton tersebut merupakan bagian dari pembangunan pelabuhan, bukan pembatas laut.

Baca Juga: Jokowi respons singkat soal Budi Arie kena reshuffle, janji segera bertemu

“Kami membangun pelabuhan, bukan bikin pulau atau perumahan. Ini proyek pemerintah bersama swasta, tidak pakai dana APBN maupun APBD,” ujarnya, Jumat 12 September 2025.

Widodo menjelaskan proyek KCN sudah 70 persen rampung dengan Pier 1 selesai dan Pier 2 ditargetkan tahun depan.

Pier 3 yang memicu kontroversi masih dalam pengerjaan.

Ia menambahkan, pihaknya telah mendata 700 nelayan dan 1.000 kapal kecil di kawasan Cilincing.

Baca Juga: Ketua BEM UI ingatkan pejabat belajar dari protes Gen Z Nepal: Jangan hanya redakan amarah publik

Dalam rencana desain, tersedia jalur khusus sepanjang 800 meter untuk akses keluar-masuk nelayan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X