Blusukan tengah malam dan pesan Jokowi: Mengerti rakyat kunci mesin politik bergerak

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 20 Juli 2025 | 13:23 WIB
Jokowi dalam Kongres PSI 2025 di Solo pada Sabtu, 19 Juli 2025 mengatakan sering menemui warga saat tengah malam (Tangkapan layar YouTube PSI)
Jokowi dalam Kongres PSI 2025 di Solo pada Sabtu, 19 Juli 2025 mengatakan sering menemui warga saat tengah malam (Tangkapan layar YouTube PSI)

GENMILENIAL.ID – Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kembali menunjukkan gaya kepemimpinannya yang khas dan membumi.

Di hadapan para kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Kongres Rakyat di Graha Saba Buana, Solo, Sabtu 19 Juli 2025, Jokowi mengungkapkan bahwa ia kerap melakukan kunjungan diam-diam ke masyarakat, bahkan di tengah malam.

“Banyak orang nggak tahu, kadang-kadang tengah malam, saya dengan 1, 2, 3 Paspampres ke tempat-tempat yang memang saya perlukan bicara dengan masyarakat,” ujar Jokowi.

Jokowi menyebut blusukan malam itu telah ia lakukan ribuan kali selama menjabat, demi mendengar langsung kebutuhan dan keresahan warga.

Baca Juga: Putra Gubernur Jabar minta maaf atas tragedi pesta rakyat Garut: Kami terpukul, tak ada niat menyakiti siapa pun

“Ribuan kali itu saya lakukan, sehingga kita ngerti betul keinginan rakyat, kemauan rakyat, kebutuhan rakyat.”

Pernyataan itu disampaikan dalam konteks mendorong kader-kader PSI untuk terus menyatu dengan rakyat, apalagi dalam menyongsong Pemilu 2029.

Jokowi menyebut, PSI sudah mencetak kemajuan signifikan, seperti memiliki 18 kepala daerah dan 181 anggota legislatif tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.

Namun, Jokowi mengingatkan bahwa kekuatan partai tidak cukup hanya dengan posisi politik. Mesin organisasi dan energi anggota harus disiapkan dengan matang.

Baca Juga: Tak hanya bangun ruang kelas, PT Dahana tanamkan semangat kebangsaan untuk anak Subang lewat 'DEFEND ID Mengajar'

“Kalau mesinnya siap, itu masih ada PR lagi. Bensinnya dari mana? Bensinnya dari anggota,” tegasnya.

Presiden yang akrab disapa Jokowi itu menekankan bahwa partai akan benar-benar kuat jika memahami kebutuhan rakyat secara konkret.

“Kalau kita tidak turun ke bawah, kita tidak ngerti keinginan rakyat, kita tidak ngerti kebutuhan rakyat,” pungkasnya.

Pernyataan Jokowi ini kembali mempertegas nilai-nilai kepemimpinan yang ia anut selama satu dekade terakhir, hadir di tengah rakyat, mendengar langsung, dan bertindak berdasarkan suara masyarakat akar rumput.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X