GENMILENIAL.ID - Meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi bahwa Indonesia memasuki musim kemarau, beberapa wilayah masih diguyur hujan deras.
Terutama wilayah Jabodetabek, hujan masih kerap turun di sore dan malam hari, menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, memberikan penjelasan mengenai kondisi cuaca yang tengah berlangsung.
Ia menegaskan bahwa Indonesia saat ini belum benar-benar memasuki musim kemarau, melainkan dalam fase transisi atau pancaroba.
Baca Juga: Puncak musim kemarau 2025 diprediksi Agustus, tapi hujan masih turun, ini penjelasan BMKG
“Sebenarnya saat ini adalah musim pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau,” ujar Guswanto pada keterangan resminya, Jumat 11 April 2025.
Dalam fase peralihan ini, hujan yang terjadi tidak menyeluruh di seluruh wilayah Indonesia.
Sebaliknya, fenomena hujan hanya muncul di beberapa wilayah akibat pengaruh dinamika atmosfer skala lokal dan regional.
Guswanto menyebut dua faktor utama penyebab hujan lokal ini, yaitu konvergensi dan labilitas lokal yang kuat.
Keduanya mendukung proses pembentukan awan konvektif yang menghasilkan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.
"Fenomena ini memicu pembentukan awan dan kemudian hujan, terutama awan konvektif yang dapat menghasilkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, bahkan disertai petir dan angin kencang," jelasnya.
Ia menambahkan, konvergensi adalah pertemuan massa udara yang dapat memicu naiknya udara hangat dan lembap ke atmosfer.
Pergerakan ini menyebabkan terbentuknya awan hujan secara signifikan di wilayah-wilayah terdampak.
Artikel Terkait
Gempar banjir bandang menerjang wilayah jalur pantura Batang, begini kata BMKG soal puncak musim hujan di Jawa Tengah
Modifikasi cuaca dilakukan di Jawa Tengah untuk mengurangi intensitas hujan, inilah beberapa wilayah yang juga lakukan hal serupa
BMKG temukan 3 bibit siklon tropis, ajak masyarakat waspada dengan cuaca ekstrem, berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang
Waspada banjir lintasan! begini kondisi Bendungan Katulampa di Puncak Bogor usai diguyur hujan intensitas tinggi
Imbas hujan deras di Bogor, akses jalan Stasiun Batu Tulis amblas hingga ditutup sementara
Bukan curah hujan, Pramono Anung justru soroti genangan banjir DKI gegara air kiriman dari wilayah hulu
Puncak musim kemarau 2025 diprediksi Agustus, tapi hujan masih turun, ini penjelasan BMKG