Hujan masih mengguyur banyak wilayah Indonesia padahal seharusnya sudah kemarau, apa penyebabnya?

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 16 April 2025 | 23:35 WIB
Ilustrasi hujan turun saat musim kemarau di Indonesia (freepik/tawatchai07)
Ilustrasi hujan turun saat musim kemarau di Indonesia (freepik/tawatchai07)

GENMILENIAL.ID - Meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi bahwa Indonesia memasuki musim kemarau, beberapa wilayah masih diguyur hujan deras. 

Terutama wilayah Jabodetabek, hujan masih kerap turun di sore dan malam hari, menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, memberikan penjelasan mengenai kondisi cuaca yang tengah berlangsung. 

Ia menegaskan bahwa Indonesia saat ini belum benar-benar memasuki musim kemarau, melainkan dalam fase transisi atau pancaroba.

Baca Juga: Puncak musim kemarau 2025 diprediksi Agustus, tapi hujan masih turun, ini penjelasan BMKG

“Sebenarnya saat ini adalah musim pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau,” ujar Guswanto pada keterangan resminya, Jumat 11 April 2025.

Dalam fase peralihan ini, hujan yang terjadi tidak menyeluruh di seluruh wilayah Indonesia. 

Sebaliknya, fenomena hujan hanya muncul di beberapa wilayah akibat pengaruh dinamika atmosfer skala lokal dan regional.

Guswanto menyebut dua faktor utama penyebab hujan lokal ini, yaitu konvergensi dan labilitas lokal yang kuat. 

Baca Juga: Lisa Mariana ngaku berat badan dari 48 kg naik ke 100 kg karena ogah disuruh Ridwan Kamil gugurkan kandungannya

Keduanya mendukung proses pembentukan awan konvektif yang menghasilkan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.

"Fenomena ini memicu pembentukan awan dan kemudian hujan, terutama awan konvektif yang dapat menghasilkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, bahkan disertai petir dan angin kencang," jelasnya.

Ia menambahkan, konvergensi adalah pertemuan massa udara yang dapat memicu naiknya udara hangat dan lembap ke atmosfer. 

Pergerakan ini menyebabkan terbentuknya awan hujan secara signifikan di wilayah-wilayah terdampak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X