Wildan punya pecahan uang baru senilai Rp2 miliar dan viral, Bank BI tidak jamin keasliannya meski sudah dicek polisi

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 2 April 2025 | 17:35 WIB
Wildan uang baru viral, Bank BI beri peringatan (TikTok.com/rama.wildan)
Wildan uang baru viral, Bank BI beri peringatan (TikTok.com/rama.wildan)

GENMILENIAL.ID - Viralnya video tumpukan uang baru senilai Rp2 miliar milik Wildan yang ditawarkan melalui TikTok menuai beragam reaksi.

Bank Indonesia (BI) turut angkat bicara dan mengimbau masyarakat agar melakukan penukaran uang baru hanya melalui layanan resmi BI dan perbankan untuk memastikan keamanan dan keasliannya.

Dalam keterangannya pada Selasa 25 Maret 2025, Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Anwar Bashori, menegaskan bahwa menukar uang di luar jalur resmi berpotensi merugikan masyarakat.

Baca Juga: Ray Sahetapy meninggal dunia, hampir 2 tahun melawan stroke dan tinggal bersama anaknya

"Penukaran uang Rupiah melalui mekanisme jual beli di luar layanan resmi BI dan perbankan memiliki risiko bagi masyarakat, di antaranya yaitu tidak terjamin keasliannya, sulit dipastikan akurasi jumlahnya, hingga rawan penipuan yang dapat merugikan masyarakat secara finansial," ucap Anwar.

Anwar juga menegaskan bahwa BI tidak memberikan jalur khusus dalam layanan penukaran uang Rupiah dan tidak memberikan akses khusus bagi pihak swasta yang menjual uang dalam jumlah besar.

Menurutnya, semua masyarakat memiliki hak yang sama untuk menukar uang baru melalui mekanisme yang telah disediakan oleh BI.

"Pada periode SERAMBI 2025, seluruh kegiatan penukaran dilakukan secara transparan melalui aplikasi PINTAR oleh seluruh masyarakat,: jelas Anwar.

Baca Juga: Kabar duka dari industri hiburan Indonesia, aktor senior Ray Sahetapy meninggal dunia di usia 68 tahun

“Penggunaan aplikasi PINTAR diharapkan dapat meningkatkan kepastian layanan, mengurangi antrian kepadatan di lokasi penukaran untuk kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat, serta sebagai upaya pemerataan distribusi uang kepada masyarakat di seluruh Indonesia," ucapnya.

Selain itu, Anwar juga menyoroti fenomena penjualan uang baru yang semakin marak menjelang Lebaran.

Ia mengingatkan bahwa uang Rupiah tidak seharusnya diperlakukan sebagai komoditas dagang yang diperjualbelikan dengan harga tertentu.

"Uang Rupiah sejatinya merupakan simbol kedaulatan negara yang wajib dijunjung tinggi kehormatannya dan sepatutnya diperlakukan dengan baik," tegas Anwar.

Baca Juga: ESAI: Kabupaten Subang dan kepemimpinan kaum muda, antara harapan dan tantangan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X