Jika memang diperbolehkan, Pemprov DKI akan segera mengimplementasikannya tanpa menimbulkan polemik hukum atau kebijakan.
"Kan belum diputuskan. Saya ingin memastikan semua kebijakan yang diambil sudah benar, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan," tegas Pramono.
Kendati demikian, Pramono tetap membuka opsi lain jika akhirnya program ini tidak mendapat restu penuh dari pemerintah pusat.
Salah satu alternatif yang disiapkan adalah memperkuat infrastruktur sekolah, khususnya dalam penyediaan sarana kantin sehat.***
Artikel Terkait
Bukan curah hujan, Pramono Anung justru soroti genangan banjir DKI gegara air kiriman dari wilayah hulu
Banjir Jakarta siaga 2, Pramono Anung soroti sampah yang menumpuk di pintu Air Manggarai
Update insiden banjir DKI: Warga keluhkan alat peringatan dini yang tak berbunyi di Jakarta Selatan
Soal insiden banjir DKI, anggota DPR Adian Napitupulu ingin pertemukan kepala daerah Bogor, Jakarta, hingga Bekasi
Sebelumnya rendam 122 RT, kini banjir telah surut di seluruh titik DKI Jakarta
Banjir di Jabodetabek, Gubernur Jakarta Pramono Anung minta modifikasi cuaca untuk tangani banjir kiriman, libatkan BNPB
Program sarapan gratis di Jakarta yang semula dilarang akhirnya direstui, Pramono Anung siap merapat ke BGN