Update insiden banjir DKI: Warga keluhkan alat peringatan dini yang tak berbunyi di Jakarta Selatan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 6 Maret 2025 | 02:02 WIB
Kondisi terkini insiden banjir yang merendam kawasan Jakarta Selatan (X.com/@amrudinnejad_)
Kondisi terkini insiden banjir yang merendam kawasan Jakarta Selatan (X.com/@amrudinnejad_)

GENMILENIAL.ID - Peristiwa bencana banjir di DKI Jakarta tengah menjadi sorotan khusus sebagian publik Tanah Air, pada Rabu, 5 Maret 2025.

Hal itu terjadi saat insiden banjir melanda berbagai kawasan DKI termasuk Jakarta Selatan yang disebabkan dari air kiriman Bendung Katulampa yang berada di Bogor, Jawa Barat.

Kemudian, Kali Ciliwung meluap hingga menyebabkan kawasan Jakarta Selatan terendam banjir pada Selasa, 4 Maret 2025.

Menelisik lebih dekat, terdapat keluhan warga di kawasan Jakarta Selatan terhadap peringatan dini yang tidak tersampaikan dengan baik kepada masyarakat setempat.

Baca Juga: Banjir Jakarta siaga 2, Pramono Anung soroti sampah yang menumpuk di pintu Air Manggarai

Hal tersebut diutarakan oleh Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, August Hamonangan yang menerima pengaduan dari warga Kelurahan Pengadegan, Jakarta Selatan, yang berada di bantaran Kali Ciliwung.

August menuturkan, warga setempat mengeluhkan alat peringatan dini banjir di daerah itu rusak atau tidak berfungsi.

"Kami mendapatkan laporan bahwa alat pengeras suara di Pengadegan tidak berbunyi," ucap August dalam keterangan resmi di Jakarta, pada Rabu, 5 Maret 2025.

"Padahal, ketinggian air di Bendung Katulampa, padahal saat itu sudah mencapai titik kritis," lanjutnya.

Baca Juga: Banjir genangi RSUD Bekasi: Rendam alat kesehatan yang butuh sumber listrik

Oleh sebab itu, August mengimbau Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memastikan alat peringatan dini banjir berfungsi secara optimal.

Hal tersebut dilakukan dengan memastikan kesiapan alat-alat peringatan dini banjir yang ada menyusul kejadian tersebut.

Di sisi lain, August menyayangkan alat yang begitu mahal harganya ternyata tidak bisa berfungsi dengan baik. Padahal, niatnya adalah untuk memberikan peringatan dini kepada warga.

Anggota Komisi DPRD DKI itu menyayangkan akibat alat peringatan dini yang tak berfungsi, warga setempat saat itu tidak memiliki waktu yang cukup untuk bersiap-siap menghadapi banjir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X