Fakta di balik maraknya pelecehan turis di Bali yang diungkap media asing

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 4 Januari 2025 | 20:35 WIB
Ilustrasi turis Bali (Freepik/sergeycauselove)
Ilustrasi turis Bali (Freepik/sergeycauselove)

Baca Juga: 2 Kasus pelecehan turis di Indonesia saat merayakan tahun baru di kota wisata

Polisi menyita kondom dan minyak pikat dari spa yang berlokasi di kawasan Kuta. 

Selain itu, seorang wisatawan asal Rusia juga dideportasi pada September lalu karena menyalahgunakan izin tinggal untuk menawarkan layanan seks di sebuah vila di Seminyak.

Meskipun demikian, Bali tetap menjadi tujuan wisata yang sangat diminati. 

Pada bulan Oktober, Bali dinobatkan sebagai pulau paling indah di Asia menurut pembaca majalah Condé Nast Traveler dalam ajang Readers' Choice Awards. 

Pulau Dewata ini juga menyambut 15,5 juta pengunjung pada tahun 2023, mendekati angka pariwisata pra-pandemi di tahun 2019. 

Baca Juga: H-1 Puncak arus balik, Astra Tol Cipali sebut terjadi peningkatan arus lalu lintas kendaraan di ruas Tol Cikopo Palimanan

Bahkan, dalam tujuh bulan pertama tahun 2024, Bali mencatatkan 3,89 juta kedatangan, angka yang signifikan dibandingkan dengan 2,9 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pemerintah Indonesia pun telah berkomitmen untuk menjadikan Bali sebagai pusat industri pariwisata Indonesia. 

Upaya ini termasuk meningkatkan kualitas layanan pariwisata dan mengelola jumlah pengunjung untuk mengatasi masalah keramaian yang sering kali terjadi di pulau tersebut.

Selain itu, kebijakan yang lebih ketat terhadap turis asing diharapkan dapat memastikan Bali tetap menjadi tempat wisata yang aman dan nyaman bagi semua pengunjung.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Sumber: e.vnexpress.net, socialexpat.net

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X