"Peran besar para ibu-ibu yang menjadi garda terdepan dalam memastikan ketersediaan logistik selama proses pembangunan berlangsung," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas PUPR, Andri Mulyapriatna mengatakan bahwa pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan secara bertahap yang dimulai sejak tahun 2015.
Pada saat itu, survei awal dilakukan bersama Babinsa setempat, yang saat itu dijabat oleh Pak Amin, yang kini menjabat sebagai Danramil.
“Dulu jembatan ini masih berupa jembatan gantung yang sering rusak dan memakan korban jiwa. Selain itu, harga kebutuhan pokok seperti beras di Kampung Dukuh dan Desa Jatibaru juga berbeda karena sulitnya akses,” ujarnya.
Baca Juga: Rayakan liburan tahun baru, ini rekomendasi wisata di sekitar ruas tol ASTRA Infra
Andri juga menambahkan bahwa pendanaan proyek ini berasal APBD Kabupaten Subang dan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dianggarkan secara bertahap, yaitu pada 2015, 2016, 2017, 2021, dan terakhir pada 2024 setelah sempat tertunda akibat pandemi COVID-19. Dengan total anggaran Rp12 miliar, jembatan ini akhirnya rampung pada 2024.
“Kami memastikan pengerjaan jembatan ini dilakukan dengan pengawasan ketat dan standar kualitas yang baik. Harapan kami, jembatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat,” terang Andri.***
Artikel Terkait
Tradisi unik dan meresahkan masyarakat perbatasan Subang-Indramayu, penyapu koin di jembatan Sewo
Jembatan retak, Pj Bupati Subang turun langsung ke lokasi dan minta stakeholder terkait langsung antisipasi mengingat curah hujan tinggi
Dekonstruksi Ilmu Komunikasi, jembatan pemahaman di era digital
Tinjau ruas jalan dan jembatan di 4 kecamatan, Pj Bupati Subang : Infrastruktur baik menjamin pelayanan yang optimal
Prabowo resmikan Jembatan Istiqlal-Katedral: Tidak ada yang lebih penting dari perdamaian
Di Jembatan Istiqlal-Katedral, Prabowo sebut perbedaan memberi energi kekuatan
Dorong pendidikan berkualitas, Pj. Bupati serahkan bantuan mebelair ke SMPN 5 Subang