1. Sebut adanya modus penipuan QRIS
Dalam kesempatan berbeda, Mr Bert juga pernah menyatakan QRIS dapat digunakan untuk menipu penggunanya.
Dalam siniar YouTube Samuel Christ yang tayang pada 14 November 2024 lalu, Mr Bert mensimulasikan cara penipu membuat QRIS dapat mengantarkan pengguna ke website palsu.
Baca Juga: Berada di pusat kota dan sering dikeluhkan warga, Dinas LH Subang berencana tutup TPS Pujasera
Mr Bert menilai, website palsu itu bisa meniru desain website bank atau lembaga resmi lainnya, lalu menampilkan formulir agar pengguna memasukkan data pribadi seperti username dan PIN.
Setelah formulir itu diisi, data pribadi milik korban dapat terbaca oleh penipu tersebut, bukan ke komputer server bank atau lembaga resmi lainnya.
Terkait hal ini, Komdigi mengklaim pernyataaan dari Mr Bert soal modus penipuan lewat QRIS adalah informasi hoaks.
Komdigi menerangkan, kode QRIS asli hanya dapat dipindai melalui aplikasi pembayaran seperti mobile banking atau aplikasi e-wallet milik bank atau lembaga non-bank.
Sementara, kode QR yang tertera dalam video tersebut tidak dapat dipindai di aplikasi mobile banking atau aplikasi dompet digital.
2. Tudingan lemahnya sistem keamanan INAFIS
Mr Bert pernah memberikan peringatan soal data Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) yang yang dikuasai peretas tidak hanya sidik jari tapi juga identitas ibu kandung.
Selebgram itu juga menampilkan tangkapan layar dengan melansir sebuah unggahan SOCRadar, untuk membuktikan ucapannya.
"Saya punya data di depan komputer yang membuat saya gemetar, ketakutan, dan saya hari ini bisa menonaktifkan satu rekening bank," kata Mr Bert lewat unggahan berbeda di Instagram yang tayang pada 3 November 2024 lalu.
Artikel Terkait
Transisi energi bersih bikin warga aman dari pencemaran lingkungan? inilah 4 strategi yang bisa dicanangkan Prabowo-Gibran
Terjang perubahan iklim, Prabowo-Gibran harus berani ciptakan inovasi kebijakan energi terbarukan
Apa itu AI Meta? fitur canggih yang digandrungi artis buat pamer ketenaran hingga beri keuntungan buat content creator!
Kata pakar, ransomware yang serang BRI ternyata janggal: Data hacker ternyata sudah ada di scribd
Akun pengamat IT ini digeruduk netizen pasca isu ransomware BRI terbukti hoax
Netizen rujak Mr Bert usai terbukti berikan klaim palsu soal ransomware BRI, salah satunya dibilang buzzer
Menyoroti soal INAFIS hingga ransomware di bank yang diungkap Mr Bert, begini kata pakar IT yang bikin tenang netizen di medsos