Prabowo boyong Menteri Kabinet Merah Putih ke Akmil Magelang, cerminkan sikap tegas Sang Presiden yang kini dikenal dengan image 'Gemoy'

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 25 Oktober 2024 | 22:58 WIB
Preside RI, Prabowo Subianto di Akademi Militer (Akmil) Magelang
Preside RI, Prabowo Subianto di Akademi Militer (Akmil) Magelang

GENMILENIAL.ID - Presiden Prabowo Subianto memboyong para menteri Kabinet Merah Putih selama 3 hari ke Lembah Tidar, Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

Prabowo berpandangan kerja sama tim antara semua anggota kabinet dan sikap keberanian sangat penting dalam memulai kerja Pemerintah RI.

Pernyataan Presiden RI itu disampaikan dalam rapat kabinet perdana di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 23 Oktober 2024.

"Dalam waktu dekat, saya akan mengajak saudara-saudara ke Magelang," tutur Prabowo.

Rekan duet Wapres Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024 itu menjelaskan akan ada penambahan pembekalan terhadap para menterinya.

Baca Juga: Menimbang nasib Kurikulum Merdeka

"Kita akan melaksanakan beberapa hari menambah pembekalan, kemudian kita akan adakan koordinasi-koordinasi di Magelang, Jawa Tengah, kawasan akademi militer," tegas Prabowo.

Alasan Prabowo boyong menteri ke Akmil Magelang

Presiden Prabowo mengungkap, Magelang adalah salah satu pusat perlawanan terhadap penjajah.

Jenderal Purnawirawan TNI itu ingin para menteri di Kabinet Merah Putih membangun semangat keberanian dalam menjalankan tugas negara.

"Daerah Magelang merupakan suatu sentra (pusat) perlawanan kita terhadap penjajah, mulai ratusan tahun dikenal sebagai daerah perjuangannya Pangeran Diponegoro di antara lima gunung itu," ujar Prabowo dalam rapat kabinet perdana di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 23 Oktober 2024.

Nuansa pejuang di Akmil Magelang tersebut menjadi alasan Prabowo untuk membawa aura tradisi cinta tanah air bagi para anggota kabinetnya.

Baca Juga: Tertarik dengan marhaenisme, mantan Ketua DPRD Subang, H. Narca Sukanda memulai karir politik dari sekretaris ranting partai di Desa Citrajaya

"Saya kira cukup membawa suatu aura tradisi keberanian, tradisi heroisme, tradisi cinta Tanah Air (Indonesia)," terang Mantan Jenderal TNI di era Presiden RI Soeharto Itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: Guardian, AlJazeera, Setkab RI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X