Blusukan ke areal terdampak kekeringan di Pantura, Pj. Bupati Subang minta normalisasi sungai untuk pesawahan segera dilakukan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 7 September 2024 | 19:06 WIB
Pj. Bupati Subang, Dr. Imran blusukan ke areal terdampak kekeringan akibat musim kemarau di Pantura, Sabtu 7 September 2024
Pj. Bupati Subang, Dr. Imran blusukan ke areal terdampak kekeringan akibat musim kemarau di Pantura, Sabtu 7 September 2024

GENMILENIAL.ID- Pj. Bupati Subang, Dr. Imran mengatakan dalam mengantisipasi dari dampak musim kemarau saat ini, khususnya untuk bidang pertanian adalah bagaimana menyalurkan air untuk dapat mengairi areal sawah yang telah ditanam.

Hal tersebut disampaikan Pj. Bupati Subang saat dirinya melakukan blusukan dibeberapa kecamatan di Pantura dalam mengatasi masalah kekeringan pada Sabtu, 7 September 2024.

"Yang kita butuhkan sekarang ini adalah bagaimana saluran air yang mengairi persawahan itu bisa lancar," kata Dr. Imran

Dalam blusukan tersebut, Sesditjen Politik dan PUM Kemendagri itu juga meninjau lokasi-lokasi seperti pesawahan dekat kantor Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara.

Baca Juga: Selain populer, ini 7 manfaat konsumsi kentang untuk kesehatan

Kemudian hilir sodetan Desa Mekarjaya, sipon Mekarjaya-Jatireja, dan pintu sodetan Kiarasari yang berada di Kecamatan Compreng.

Pada blusukanya tersebut, Dr. Imran juga menyebut bahwa Tarum Timur menjadi salah satu solusi untuk menyelematkan areal pesawahan yang telah ditanam.

"Debit air yang berasal dari Tarum Timur bisa sampai ke lokasi-lokasi pesawahan masyarakat," kata Dr. Imran

"Sejak Selasa sodetan Tarum Timur sudah dibuka dan alhamdulillah di beberapa tempat yang pada hari Selasa lalu saya kunjungi pada hari Selasa lalu sekarang sudah mulai teraliri air," sambungnya.

Baca Juga: Sumber pangan kaya akan gizi, ini 7 jenis umbi-umbian yang kian populer

Lelaki asal Aceh itu berharap bahwa pihak-pihak terkait agarmampu melaksanakan normalisasi sungai, sehingga air yang turun menuju ke utara dapat mengalir dengan lancar.

Menurutnya, salah satu kendala yang menjadi penyebab tersendatnya aliran air adalah endapan lumpur dan juga sampah yang mengendap di aliran sungai, sehingga normalisasi sungai menjadi langkah utama yang harus dilakukan.

"Saya minta saluran air yang menuju ke seluruh wilayah yang ada di Pantura itu dibersihkan. Hari ini kita bisa lihat sudah mulai dibersihkan," kata Dr. Imran

"Saya harap saluran air, irigasi lainnya yang menghubungkan antara sumber air dengan persawahan masyarakat itu bisa segera kita normalisasikan, kita bisa bersihkan, dan pembagian air kepada seluruh petani bisa dilakukan dengan proporsional, dengan adil," tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X