PBB apresiasi pemimpin Indonesia di World Water Forum ke-10 di Bali

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 22 Mei 2024 | 19:30 WIB
World Water Forum Ke-10 di Bali. (PMJNews_WWF)
World Water Forum Ke-10 di Bali. (PMJNews_WWF)

GENMILENIAL.ID - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan apresiasi kepada pemimpin Indonesia dalam merumuskan deklarasi dan komitmen bersama mengatasi persoalan air dan sanitasi di WWF Ke-10.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBB Armida Salsiah Alisjahbana di Media Center World Water Forum Ke-10 di Bali Nusa Dua.

“Atas nama PBB, saya ingin menyatakan penghargaan atas kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Pemerintah Indonesia dalam menyelenggarakan forum penting ini,” kata Armida dikutip dari PMJNews pada Rabu, 22 Mei 2024.

Ia juga menambhakan bahwa PPB memberikan dua rekomendasi terkait cara menghindari kelangkaan air, kekeringan dan bencana terkait air dan sanitasi.

Baca Juga: Sekda Subang, H. Asep Nuroni apresiasi sinergi TNI dan Pemkab Subang pada syukuran HUT Ke-78 Kodam III/Siliwangi

Yang pertama, kata Armida adalah dengan melalui kerjasama untuk sumber air bersama, hal tersebut memerlukan peningkatan dalam upaya kolaboratif antara negara, wilayah, sektor da pemangku kepentingan.

“Selain untuk menyalurkan sumber daya baru dan mendorong inovasi, kolaborasi juga dapat membantu mengurangi ketimpangan pendanaan," kata Armida yang juga adalah Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik (ESCAP).

"Kemitraan pemerintah-swasta dalam efisiensi air, seperti yang didukung Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIDO), dapat membantu mewujudkannya,” tambahnya.

Lanjut Armida, langka kolaboratif yang bisa dilakukan seperti agenda mitigasi, adaftasi, dan pengurangan risiko bencana, langkah ini juga dapat mengurangi kesenjangan pendanaan.

Baca Juga: Ciri-ciri orang toxic yang harus dihindari

Kebutuhan pendanaan adaptasi yang tidak terpenuhi saja, diperkirakan oleh ESCAP mencapai rata-rata US$144,74 miliar per tahun, hanya untuk kawasan Asia dan Pasifik.

“Penilaian ilmiah juga merupakan fokus penting bagi kerja sama. Bulan depan, kami akan menyelenggarakan The 3rd Pole Climate Forum yang dipimpin oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO)," ujarnya.

Selanjutnya, cara kedua adalah dengan sistem data untuk peringatan dini. Data yang lebih akurat tentang system peringatan dini dapat mengurangi kerugian yang disebabkan oleh bencana hinggan 60 persen.

Terkait tindak lanjut arahan dari pemerintah yang berada di Kawasan Asia Fasifik, Armida juga menuturkan bahwa sistem PBB telah terintegrasi dalam penyediaan sistem peringatan dini multi-bencana.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: PMJnews

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X