Subang rawan bencana, Pj Bupati paparkan konsep pentahelik agar masyarakat mandiri dan tidak selalu bergantung pada bantuan pemerintah

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 5 Januari 2024 | 22:18 WIB
Pj Bupati Subang, Imran hadiri rakor kebencanaan di Gedung BPBD Subang, Jumat 5 Januari 2024
Pj Bupati Subang, Imran hadiri rakor kebencanaan di Gedung BPBD Subang, Jumat 5 Januari 2024

GENMILENIAL.ID - Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Subang, Udin Jazudin mengatakan bahwa berdasarkan indeks resiko bencana (IRBI) wilayah Kabupaten Subang termasuk dengan indeks resiko bencana tinggi.

"Indeks resiko bencana tinggi dengan potensi bencana yang cukup komplit," kata Udin dalam rakor kebencanaan tingkat Kabupaten Subang di Gedung BPBD Subang, Jumat 5 Januari 2024.

Kata Udin hal tersebut didasarkan pada kondisi dan geografis wilayah Kabupaten Subang yang terbagi menjadi 3 wilayah, yaitu wilayah pegunungan, pendataran dan juga pesisir pantai.

Dalam mengatasi hal tersebut, lanjut Udin pihaknya tidak bisa bekerja sendiro, namun diperlukan kerja sama dan kolaborasi semua pihak dalam melakukan antisipasi bencana di Kabupaten Subang.

Baca Juga: Kecelakaan KA di Cicalengka, Menko PMK minta penanganan korban dilakukan dengan cepat

"Untuk mengatasi itu, dibutuhkan kolaborasi agar bisa cepat tanggap darurat," ujarnya.

Senada dengan Kepala BPBD Subang, Pj Bupati Subang, Imran juga memberikan penegasan dalam pengarahan yang dilakukanya kepada jajaran terkait bahwa penanganan bencana harus pentahelik atau dengan konsep multipihak, kolaborasi.

"Dengan diterapkannya konsep pentahelix, yang melibatkan multipihak yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, serta media," tegasnya.

Lanjut Pj Bupati asal Aceh ini, konsep sinergitas pentahelix ditujukan untuk menghindari adanya operlap kebijakan dan program-program diantara pihak yang berkepentingan terutama dalam pemulihan kondisi pasca bencana.

Baca Juga: Kerjasama RS HAMORI dan BPJS Kesehatan, Kadinkes Subang berharap pelayanan kesehatan di Subang makin lebih baik

Ia juga menuturkan bahwa model kolaborasi kerjasama tersebut dapat menciptakan kemandirian masyarakat lebih cepat dan tidak tergantung pada bantuan pemerintah.

"Menciptakan kemandirian masyarakat lebih cepat, sehingga tidak selalu tergangtung pada bantuan, terutama pemerintah khususnya pada pemulihan ekonomi pasca bencana," kata Imran.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni menambahkan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara komprehensif dengan melakukan kerjasama berbagai pihak.

"Harus komprehensif dan bekerjasama kepada seluruh pihak, agar cepat tanggap darurat supaya menekan potensi pasca bencana, khususnya di Kabupaten Subang," terangnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X