GENMILENIAL.ID - Dalam kehidupan modern yang penuh tekanan dan dinamis, masalah kesehatan mental semakin menjadi sorotan.
Stres dan depresi menjadi dua gangguan yang sering kali mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia.
Dengan peningkatan angka penderita stres dan depresi dalam beberapa tahun terakhir, penting bagi kita untuk memahami tanda-tanda dan ciri-ciri yang menyertainya.
Stres, entitas yang sudah tidak asing lagi bagi banyak orang, seringkali menjadi pemicu bagi timbulnya depresi.
Stres terjadi ketika seseorang mengalami tekanan yang berlebihan atau melebihi kemampuan mereka untuk mengatasi.
Baca Juga: Stunting, masalah pemalnutrisi yang menghambat pertumbuhan anak
Beban pekerjaan yang berat, masalah keuangan, masalah hubungan, atau peristiwa trauma dapat menjadi pemicu stres yang signifikan. Ketika stres dibiarkan tidak terkendali, dampaknya bisa merambat menjadi depresi.
Depresi, pada dasarnya, adalah gangguan suasana hati yang mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang.
Ciri-ciri depresi meliputi perasaan sedih yang berkepanjangan, kehilangan minat pada aktivitas yang biasa dinikmati, perubahan nafsu makan, perubahan pola tidur, kelelahan yang berlebihan, dan bahkan pemikiran atau perbuatan yang merugikan diri sendiri.
Depresi bisa sangat merugikan dan menghancurkan, mengganggu fungsi sehari-hari dan mengganggu hubungan sosial.
Ada beberapa ciri khas yang dapat membantu mengidentifikasi stres dan depresi pada seseorang. Salah satu ciri paling umum adalah perubahan dalam pola tidur.
Baca Juga: Stunting, penyebab dan ciri-ciri kondisi pertumbuhan anak yang perlu diwaspadai
Seseorang yang mengalami stres atau depresi mungkin mengalami kesulitan tidur atau mengalami gangguan tidur seperti insomnia.
Selain itu, perubahan pada nafsu makan juga dapat menjadi tanda peringatan. Seseorang yang mengalami stres mungkin kehilangan nafsu makan, sementara seseorang yang mengalami depresi mungkin mengalami peningkatan nafsu makan.