Faktor sosial-ekonomi
Kemiskinan, kurangnya pendidikan, dan ketidakstabilan ekonomi dapat mempengaruhi akses terhadap makanan bergizi dan perawatan kesehatan yang memadai.
Ciri-ciri stunting:
Tinggi badan yang pendek
Salah satu ciri paling jelas dari stunting adalah pertumbuhan fisik yang terhambat. Anak-anak yang mengalami stunting cenderung memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak-anak sebaya mereka.
Berat badan rendah
Selain tinggi badan yang pendek, anak yang stunting juga dapat memiliki berat badan yang rendah sesuai dengan usia dan tinggi badan mereka.
Baca Juga: Dibalik bentuknya yang mungil, seperti ini manfaat konsumsi buah dukuh untuk kesehatan
Keterlambatan perkembangan kognitif
Stunting juga dapat mempengaruhi perkembangan otak anak, yang pada gilirannya dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan kognitif dan penurunan kemampuan belajar.
Daya tahan tubuh yang rendah
Anak-anak yang mengalami stunting lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit karena sistem kekebalan tubuh mereka melemah akibat kurangnya nutrisi.
Gangguan kesehatan jangka panjang
Stunting pada masa anak-anak dapat memiliki dampak jangka panjang, termasuk peningkatan risiko penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan gangguan metabolik pada masa dewasa.
Baca Juga: Mengenang H. Agus Salim, pahlawan diplomatik Indonesia