GENMILENIAL.ID - Berinvestasi di pasar finansial saat ini sudah menjadi trend gaya hidup produktif di kalangan anak muda atau pekerja pemula (fresh graduate).
Biasanya, melakukan investasi itu hanya bisa dilakukan oleh kalangan usia matang yang mahir dalam investasi.
Menurut data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), tercatat bahwa jumlah investor atau Single Investor Identification (SID) di pasar modal hingga April 2023 mencapai 4,65 juta investor.
Dari jumlah investor itu, mayoritas kalangan anak muda yang berusia dibawah 30 tahun dengan persentase 58%, sedangkan rentang usia 31-40 tahun mencapai 22,85%
Baca Juga: Patroli dialogis, Kapolres dan Dandim 0605 Subang bagikan sembako di sepanjang jalur Subang selatan
Dari jumlah investor pada bulan April tahun 2023. Dengan kata lain, kalangan anak muda paling mendominasi berinvestasi di pasar modal indonesia.
Bila tekad sudah bulat untuk memulai berinvestasi di pasar modal, hal-hal yang perlu diperhatikan untuk memulai berinvestasi di pasar modal :
1. Tentukan tujuan investasi
Investasi saham sebenarnya instrument yang tinggi risiko, namun mampu mendatangkan profit yang besar kepada investornya dengan kata lain high risk high return.
Alih-alih asal berinvestasi tanpa memperhitungkan segala kemungkinan risiko yang akan terjadi seperti segi teknikal, fundamental, dan sebagainya.
Baca Juga: Pecahkan rekor, Pemda Subang masukan Sisingaan kedalam Kurikulum Mulok Berbasis Budaya Lokal
Anda hanya akan merugi. Anda wajib menentukan tujuan investasi terlebih dahulu sebelum melakukan investasi dan menyesuaikan cara berinvestasinya.
Dengan begitu akan meminimalisir risiko yang terjadi.
2. Pilih broker yang tepat