Melalui kegiatan BIK, Ega berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya imunisasi lengkap.
Peran kader di tingkat desa dan posyandu dinilai penting untuk menyampaikan informasi kepada keluarga sekaligus mendukung pelaksanaan program kesehatan.
Gunungsari punya enam posyandu
Kepala Desa Gunungsari, Andri Nugraha, menyampaikan bahwa desanya memiliki enam pos pelayanan terpadu (posyandu) yang terus dioptimalkan untuk mendukung pemantauan tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu hamil.
Baca Juga: Karhutla belum usai, Gubernur Kaltim viral di Singapura disebut nonton F1
Ia juga mengungkapkan data mengenai warga yang membutuhkan perhatian dalam pelayanan kesehatan, termasuk balita dengan gizi kurang dan ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK).
“Informasi, untuk balita gizi kurang, di Gunungsari totalnya ada sembilan, terus bumil KEK (Kekurangan Energi Kronis) yang mendapatkan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) ada lima orang,” ujarnya.
Data tersebut disampaikan dalam kegiatan yang menjadi bagian dari upaya pelayanan kesehatan masyarakat di Desa Gunungsari.
Optimalisasi posyandu diharapkan mendukung pemantauan kondisi ibu dan anak serta penyaluran layanan yang dibutuhkan.
Baca Juga: Bikin geger! Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ungkap alasan tinggalkan jabatan: Saya diminta mundur
Dinkes tekankan kolaborasi untuk mencapai target
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Dwinan Marchiawati menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam pelaksanaan kegiatan imunisasi.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk mencapai target yang telah ditentukan.
“Kerja sama yang baik antara Dinas Kesehatan, DP2KB3A, dan Ibu-ibu PKK, karena tanpa ibu-ibu kita tidak bisa, karena kita punya target harus selesai,” ungkapnya.
Dwinan juga menekankan perlunya membangun ekosistem kolaborasi yang terintegrasi agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik.