GENMILENIAL.ID – Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan kini bukan lagi menjadi penghalang untuk bercocok tanam.
Masyarakat tetap bisa menanam sayuran secara mandiri melalui metode hidroponik sistem sumbu (wick system) yang praktis dan ekonomis.
Metode ini semakin banyak diperkenalkan sebagai solusi urban farming karena tidak memerlukan lahan luas maupun instalasi yang rumit.
Dengan memanfaatkan bahan sederhana, siapa pun bisa mulai bertani dari rumah.
Metode sederhana dan ramah pemula
Hidroponik sistem sumbu bekerja dengan memanfaatkan kain sebagai perantara untuk menyalurkan air dan nutrisi dari wadah penampung ke akar tanaman.
Berbeda dengan sistem hidroponik lain, metode ini tidak membutuhkan pompa listrik.
Kepala Pusat Studi Pertanian Perkotaan Universitas Trilogi, Warid, menyebut sistem ini sebagai metode paling mudah diterapkan, terutama bagi masyarakat perkotaan yang memiliki keterbatasan ruang.
“Hidroponik sistem sumbu atau wick system menjadi salah satu metode bercocok tanam yang paling mudah diterapkan masyarakat," ujar Warid.
Baca Juga: Satpam SPPG di Ciputat diduga jual 1.700 ompreng MBG untuk beli narkoba, gimana awal mulanya?
"Selain tidak membutuhkan pompa maupun instalasi yang rumit, metode ini juga hemat biaya karena dapat memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan,” sambungnya.
Manfaatkan barang bekas dan ramah lingkungan
Selain praktis, hidroponik sumbu juga dinilai ramah lingkungan karena bisa memanfaatkan barang bekas sebagai media tanam, seperti galon plastik.