GENMILENIAL.ID – Kelas menengah kerap disebut sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia.
Dengan daya beli yang relatif stabil, kelompok ini dianggap penting dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Bank Dunia (World Bank) mendefinisikan kelas menengah di Indonesia sebagai mereka yang memiliki konsumsi harian setara Rp4,5 juta hingga Rp23 juta per orang per bulan.
Namun, ukuran tersebut bukanlah satu-satunya tolok ukur. Faktor lain seperti pendidikan, pekerjaan, serta pengelolaan aset juga menjadi penentu posisi seseorang dalam lapisan sosial ekonomi ini.
Baca Juga: Hasil DNA diumumkan negatif, Lisa Mariana sebut belum final dan klaim ada kecurangan
Laporan Yahoo Finance menyebutkan terdapat sejumlah jejak finansial yang umum dimiliki warga kelas menengah.
Berikut lima ciri utama yang bisa menjadi indikator:
1. Punya cicilan rumah
Kepemilikan rumah, meski masih dalam bentuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), menjadi salah satu tanda kuat.
Menurut laporan itu, jika rumah mencakup sekitar 80 persen aset, besar kemungkinan seseorang termasuk dalam kategori kelas menengah.
Baca Juga: Hasil resmi tes DNA: Bareskrim tegaskan Ridwan Kamil bukan ayah anak Lisa Mariana
Meski cicilan masih berjalan, kepemilikan properti menunjukkan kestabilan finansial, berbeda dengan mereka yang masih bergantung pada biaya sewa bulanan.
2. Memiliki investasi
Ciri lain yang membedakan kelas menengah adalah kepemilikan instrumen investasi.