GENMILENIAL.ID – Mobil listrik kian diminati di tengah meningkatnya kesadaran akan energi bersih dan pengurangan emisi karbon.
Salah satu komponen terpenting yang menentukan performa, jarak tempuh, dan biaya perawatan jangka panjang kendaraan ini adalah baterai.
Bagi pemilik kendaraan listrik, memahami cara kerja dan siklus hidup baterai menjadi kunci untuk memaksimalkan umur pakainya.
Siklus hidup baterai
Siklus hidup baterai mengacu pada jumlah pengisian dan pengosongan penuh yang dapat dilakukan hingga kapasitas baterai turun signifikan.
Baca Juga: Istana belum pastikan daftar mantan Presiden yang hadir di upacara 17 Agustus
Satu siklus dapat berupa pengisian penuh dari nol hingga 100 persen, atau dua kali pengisian setengah kapasitas.
Umumnya, baterai mobil listrik mampu bertahan 1.000–2.000 siklus penuh.
Dalam pemakaian normal, ini setara dengan usia pakai 8–15 tahun, tergantung gaya mengemudi, pola pengisian, dan jenis kendaraan.
Mengapa Li-ion jadi pilihan utama
Mayoritas mobil listrik saat ini menggunakan baterai lithium-ion (Li-ion) karena kepadatan energinya tinggi, bobot ringan, pengisian cepat, dan performa stabil.
Baca Juga: Kisruh royalti Ari Lasso, Menkum setuju WAMI diaudit
Keunggulan lainnya adalah tingkat self-discharge rendah, sehingga baterai mampu mempertahankan daya saat tidak digunakan.
Selain aman karena tidak mengandung zat berbahaya, baterai Li-ion juga bisa didaur ulang, mendukung misi kendaraan ramah lingkungan.